Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) telah menyelenggarakan pelatihan internasional untuk memperkuat kompetensi inspektur keselamatan penerbangan di kawasan Asia-Pasifik. Pelatihan ini merupakan bagian dari program International Civil Aviation Organization (ICAO) Government Safety Inspector Airworthiness – Air Operator and Approved Maintenance Organization Certification (GSI-AIR) Course yang berlangsung selama 15 hari di Jakarta.
Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama Kemenhub, ICAO, dan US FAA-Boeing, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, kualifikasi, dan standardisasi inspektur kelaikudaraan. Hal ini dilakukan agar inspektur mampu melaksanakan sertifikasi dan pengawasan keselamatan penerbangan sipil sesuai dengan standar internasional. Program ini juga merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2012 tentang Sumber Daya Manusia di Bidang Transportasi.
Sebanyak 16 peserta dari 10 negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, Sri Lanka, Papua Nugini, Thailand, Vietnam, Timor-Leste, Fiji, Laos, India, dan Hong Kong, mengikuti pelatihan ini. Mereka mendapatkan materi komprehensif mengenai proses sertifikasi operator penerbangan dan organisasi perawatan pesawat sesuai standar ICAO. Materi yang diberikan meliputi evaluasi dokumen sertifikasi, penerapan Five-Phase Certification Process, teknik inspeksi lapangan, pengawasan keselamatan, hingga peningkatan kapasitas sebagai calon instruktur melalui Train the Trainer Program (TTP).
Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug (BP3 Curug), Sukahir, yang mewakili Kepala PPSDMPU, menyampaikan apresiasi atas komitmen seluruh peserta selama mengikuti pelatihan. “Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan komitmen para peserta dalam mengikuti pelatihan ini,” ujar Sukahir dalam keterangan resminya yang diterima pada Sabtu (1/8/2026).
Sukahir juga mengucapkan terima kasih kepada ICAO, US FAA-Boeing, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan seluruh instruktur yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan internasional ini. Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pelatihan PPSDMPU, Ratri, menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat jejaring profesional antarinspektur keselamatan penerbangan di kawasan Asia-Pasifik. “Pelatihan ini juga memperkuat jejaring profesional antarinspektur di kawasan,” katanya.
Kemenhub menegaskan bahwa penyelenggaraan ICAO GSI-AIR Course ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia penerbangan di kawasan Asia-Pasifik. Komitmen ini akan dilanjutkan dengan dua pelatihan internasional lainnya pada Agustus dan September 2026, yaitu Government Safety Inspector Operations – Air Operator Certification dan Government Safety Inspector – Personnel Licensing.
Rangkaian pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia penerbangan yang memenuhi standar global, serta mendukung peran aktif Indonesia dalam tata kelola penerbangan sipil internasional, termasuk pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO. Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat daya saing sumber daya manusia, meningkatkan kualitas infrastruktur dan transportasi nasional, serta memperluas peran Indonesia dalam kerja sama internasional melalui penguatan standar keselamatan penerbangan.


















