Highlight Berita Fakta Pria Meninggal di Tambakbayan Sleman, Polisi Klarifikasi Kabar Korban Peserta Demo:
Headline.co.id, Sleman ~ Kepolisian mengklarifikasi kabar mengenai seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Korban berinisial S (58), warga Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, ditemukan di samping timur Ruko Pusat Oleh-oleh Putri Kembar, Jalan Laksda Adisucipto Km 7,5. Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan pria tersebut diduga meninggal akibat sakit atau kelelahan. Adapun kabar bahwa korban baru mengikuti unjuk rasa masih sebatas keterangan yang disampaikan korban kepada salah seorang saksi sebelum meninggal dunia.
Kasi Humas Polresta Sleman IPTU Argo Anggoro, S.H. mengatakan, korban sebelumnya datang seorang diri ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor. Saat tiba, kondisi korban terlihat lemas dan pucat sehingga mendapat pertolongan awal dari warga.
“Seorang pria berinisial S (58), warga Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, ditemukan meninggal dunia di samping timur Ruko Pusat Oleh-oleh Putri Kembar, Jalan Laksda Adisucipto Km 7,5, Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB,” kata Argo saat dikonfirmasi Headline.co.id.
Keterangan resmi kepolisian tersebut sekaligus menjelaskan informasi yang sebelumnya beredar dan diterima redaksi Headline.co.id. Dalam kabar awal, korban disebut ditemukan meninggal di Jalan Solo, sebelah barat Jembatan Tambakbayan, dan diduga baru mengikuti kegiatan unjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan.
Polisi menegaskan, informasi mengenai keikutsertaan korban dalam unjuk rasa belum dapat disimpulkan sebagai fakta yang telah terverifikasi secara menyeluruh. Keterangan itu baru berasal dari seorang saksi yang mengaku mendengar langsung pernyataan korban sebelum kondisinya memburuk.
Korban Sempat Mengaku Baru Mengikuti Unjuk Rasa
Argo membenarkan bahwa salah satu saksi menerangkan korban sempat mengatakan baru selesai mengikuti kegiatan unjuk rasa di sekitar Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Benar bahwa salah satu saksi menerangkan korban sempat menyampaikan baru selesai mengikuti kegiatan unjuk rasa di sekitar Kantor Dinas Perhubungan Provinsi DIY,” ujar Argo.
Namun, kepolisian memberikan penekanan bahwa keterangan tersebut belum membuktikan secara pasti status korban sebagai peserta unjuk rasa. Polisi juga belum menyampaikan adanya hubungan langsung antara kegiatan tersebut dan meninggalnya korban.
“Namun, keterangan tersebut masih sebatas informasi yang disampaikan korban kepada saksi sebelum meninggal dunia,” lanjutnya.
Dengan demikian, penyebutan korban sebagai peserta demonstrasi perlu disampaikan secara hati-hati. Informasi yang telah dipastikan kepolisian adalah korban sempat mengaku kepada saksi bahwa dirinya baru selesai mengikuti kegiatan unjuk rasa di sekitar kantor Dinas Perhubungan Provinsi DIY.
Polisi tidak memberikan keterangan mengenai peran korban dalam kegiatan tersebut. Belum ada pula informasi resmi yang menyatakan korban merupakan pengemudi becak motor atau bagian dari kelompok tertentu yang mengikuti aksi.
Datang dalam Kondisi Lemas dan Pucat
Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun kepolisian, korban datang seorang diri menggunakan sepeda motor. Sejak tiba di lokasi, kondisi fisiknya terlihat tidak sehat.
Korban tampak lemas dan pucat. Saksi yang berada di sekitar lokasi kemudian berusaha memberikan pertolongan awal dengan memberikan air minum dan minyak kayu putih.
“Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya datang seorang diri menggunakan sepeda motor dalam kondisi lemas dan pucat. Saksi sempat memberikan air minum serta minyak kayu putih,” kata Argo.
Tidak lama setelah menerima pertolongan, korban mengalami kejang. Warga kemudian menghubungi ambulans untuk meminta bantuan medis.
Namun, ketika ambulans tiba, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditangani sesuai prosedur.
Tidak Ada Tanda Kekerasan
Petugas gabungan dari Polsek Depok Barat bersama tim medis dan Inafis mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi tubuh korban dan area di sekitar tempat korban ditemukan.
Hasil pemeriksaan dokter di lokasi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan temuan awal tersebut, korban diduga meninggal dunia karena sakit atau kelelahan.
“Hasil pemeriksaan dokter di lokasi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat sakit atau kelelahan,” ujar Argo.
Kesimpulan tersebut merupakan hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian. Polisi tidak menyampaikan adanya dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY. Jenazah dibawa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Keluarga Menerima sebagai Musibah
Pihak keluarga telah menerima meninggalnya korban sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Tidak adanya tanda-tanda kekerasan menjadi salah satu fakta penting dalam penanganan perkara tersebut. Meski demikian, dugaan korban meninggal karena sakit atau kelelahan tetap didasarkan pada pemeriksaan awal petugas medis di lokasi.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan penyebab kematian maupun latar belakang korban berdasarkan informasi yang belum terkonfirmasi. Kabar yang beredar perlu dicocokkan dengan hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.
Dalam kasus ini, kepolisian telah memastikan identitas, lokasi penemuan, kronologi kondisi korban, serta hasil pemeriksaan awal. Sementara itu, informasi bahwa korban merupakan peserta demonstrasi masih terbatas pada pernyataan korban yang didengar seorang saksi.
Imbauan Segera Mencari Bantuan Medis
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan saat menjalani aktivitas. Apabila merasakan tubuh lemas, kelelahan, pucat, sesak, atau keluhan lain, masyarakat disarankan segera menghentikan aktivitas dan mencari pertolongan medis.
“Polisi mengimbau masyarakat agar mencari pertolongan medis apabila merasakan kondisi tubuh yang tidak sehat atau kelelahan saat beraktivitas,” kata Argo.
Warga yang menemukan seseorang dalam kondisi darurat juga diminta tidak menunda untuk menghubungi petugas kesehatan atau kepolisian. Respons cepat diperlukan agar korban dapat segera memperoleh penanganan.
“Apabila menemukan seseorang dalam kondisi darurat, segera hubungi layanan kesehatan atau kepolisian terdekat agar dapat segera diberikan penanganan,” pungkasnya.





















