Headline.co.id, Semarang ~ Seleksi Tingkat Pusat Calon Taruna (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 sedang berlangsung di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah. Proses seleksi ini mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) untuk memastikan setiap peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan prestasi mereka.
Salah satu pencapaian menonjol dalam tes kesamaptaan jasmani diraih oleh Jonathan Putra Siregar, calon taruna dari Polda Kalimantan Tengah. Dalam tes lari selama 12 menit, Jonathan berhasil menempuh jarak 3.575 meter, menjadikannya peserta dengan capaian lari tertinggi pada seleksi tingkat pusat tahun ini. Selain menunjukkan kemampuan fisik yang unggul, Jonathan juga mencatat nilai Tes Potensi Akademik (TPA) sebesar 72 dan Tes Bahasa Inggris sebesar 82.
Jonathan mengaku mempersiapkan diri secara mandiri melalui latihan fisik rutin dan belajar Bahasa Inggris dari berbagai sumber pembelajaran daring. Ia menilai seluruh proses seleksi yang diikutinya berlangsung secara terbuka dan objektif, memberikan ruang bagi peserta untuk bersaing secara sehat berdasarkan hasil yang diperoleh.
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol. Dr. Anwar, menyatakan bahwa tes kesamaptaan jasmani merupakan salah satu instrumen penting dalam mengukur kesiapan calon taruna untuk mengikuti pendidikan kepolisian. “Selain kemampuan akademik, kesehatan fisik, kesehatan mental, dan psikologi juga menjadi aspek yang dinilai. Yang tidak kalah penting adalah calon anggota Polri harus memiliki karakter, integritas, dan jiwa melayani masyarakat,” ujar Irjen Pol. Dr. Anwar.
Ia menambahkan bahwa hasil tes kesamaptaan tahun ini menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Sebanyak 20 peserta berhasil menempuh jarak lebih dari 3.200 meter dalam waktu 12 menit, mencerminkan kesiapan fisik para calon taruna yang mengikuti seleksi tingkat pusat. Polri berkomitmen menyelenggarakan proses rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, humanis, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN). Melalui proses seleksi yang objektif, diharapkan lahir calon-calon perwira Polri yang unggul, berintegritas, profesional, serta siap mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.



















