Headline.co.id, Hong Kong ~ Dampak angin topan Noul terhadap transportasi dan kegiatan publik meluas setelah badai mendarat di Guangdong pada Minggu, 26 Juli 2026. Sekitar 350 penerbangan di Hong Kong dan lebih dari 190 perjalanan kereta cepat lintas wilayah dibatalkan, sementara sedikitnya sembilan orang dilaporkan terluka. Di Guangdong, 715.351 warga telah dievakuasi dan pembatasan aktivitas diterapkan di 12 kota.
Gangguan angin topan Noul menunjukkan bahwa keputusan darurat tidak hanya menyasar kawasan pesisir tempat badai mendarat. Pemerintah daerah menghentikan penuh atau sebagian kegiatan belajar mengajar, pekerjaan, produksi, transportasi, dan aktivitas bisnis untuk mengurangi pergerakan warga saat angin kencang serta hujan deras berlangsung.
Penanganan angin topan Noul juga bergeser menuju antisipasi banjir setelah pusat badai bergerak ke pedalaman dan melemah bertahap. Hujan deras hingga sangat deras masih diperkirakan melanda Guangdong, Fujian bagian selatan, Jiangxi bagian tengah dan selatan, Hunan tenggara, serta Taiwan tenggara dalam 24 jam berikutnya.
Dampak Angin Topan Noul pada Penerbangan
Otoritas bandara Hong Kong membatalkan sekitar 350 penerbangan pada Minggu. Keputusan itu diambil ketika Noul melintas dekat Hong Kong sebelum mencapai pesisir Huidong di Guangdong.
Pembatalan penerbangan menjadi salah satu dampak paling langsung bagi masyarakat karena memengaruhi jadwal keberangkatan, kedatangan, dan perjalanan lanjutan. Bahan referensi tidak memuat rincian maskapai maupun rute yang terdampak, sehingga jumlah pembatalan disajikan sebagai data umum pada Minggu.
Pemulihan operasional bergantung pada perubahan kondisi cuaca dan pemeriksaan keselamatan. Karena badai masih membawa hujan dan angin setelah mendarat, penyesuaian jadwal dapat berlangsung meskipun pusat Noul telah bergerak menjauh dari Hong Kong.
Lebih dari 190 Perjalanan Kereta Cepat Dihentikan
Cuaca ekstrem juga memengaruhi transportasi darat. Lebih dari 190 perjalanan kereta cepat lintas wilayah dibatalkan pada Minggu sebagai langkah pencegahan terhadap risiko gangguan jalur dan keselamatan perjalanan.
Pembatalan kereta memperluas dampak Noul dari sektor penerbangan ke konektivitas antarkota. Warga yang bergantung pada jalur cepat harus menghadapi penundaan atau perubahan rencana perjalanan selama pembatasan berlangsung.
Bahan yang tersedia tidak menyebut waktu pasti seluruh layanan akan kembali normal. Karena itu, status perjalanan perlu dipahami sebagai kondisi yang masih berkembang dan dapat berubah mengikuti evaluasi operator serta otoritas setempat.
Lima Kelompok Aktivitas Dibatasi di 12 Kota
Pemerintah daerah memberlakukan penghentian penuh maupun sebagian terhadap lima aktivitas utama di 12 kota Guangdong. Pembatasan mencakup kegiatan belajar mengajar, pekerjaan, produksi, transportasi, dan kegiatan bisnis.
Kebijakan tersebut mengurangi kebutuhan warga untuk berada di luar ruangan saat badai melintas. Pembatasan juga membantu pemerintah memusatkan sumber daya pada evakuasi, pemantauan cuaca, dan penanganan kawasan yang berpotensi terkena banjir atau kerusakan.
Langkah ini berjalan beriringan dengan pemindahan 715.351 warga ke tempat aman. Jumlah itu meningkat dibanding pembaruan awal yang menyebut lebih dari 340.000 orang telah dievakuasi.
Risiko Keselamatan Terlihat di Hong Kong
Sedikitnya sembilan orang dilaporkan terluka selama periode Topan Noul di Hong Kong. Tidak tersedia rincian lengkap mengenai penyebab dan tingkat cedera, sehingga informasi tersebut tidak dapat dikembangkan lebih jauh tanpa keterangan tambahan.
Selain korban luka, sebagian perancah pada sebuah gedung tinggi runtuh pada Sabtu sore. Polisi Hong Kong menyatakan laporan awal tidak menunjukkan adanya korban jiwa dari insiden tersebut.
Keruntuhan perancah menjadi contoh risiko struktur luar ruangan ketika diterpa angin kencang. Namun, bahan referensi tidak memberikan data menyeluruh mengenai skala kerusakan bangunan di seluruh Hong Kong.
Evakuasi Besar Mengurangi Paparan Warga
Evakuasi lebih dari 715.000 warga dilakukan sebelum dan setelah Noul mencapai daratan. Pemindahan dalam skala besar menjadi langkah mitigasi untuk menjauhkan penduduk dari wilayah yang diperkirakan menerima angin kencang dan hujan deras.
Perubahan angka dari lebih dari 340.000 menjadi 715.351 warga menunjukkan operasi berlangsung secara bertahap. Pemerintah dapat memperluas cakupan evakuasi setelah menerima pembaruan prakiraan atau laporan lapangan dari kota-kota yang berada dalam jalur badai.
Data tersebut belum harus dipandang sebagai angka akhir seluruh rangkaian bencana. Jumlah warga yang masih mengungsi dapat berubah setelah kondisi dinilai aman atau setelah wilayah lain dimasukkan ke dalam zona risiko.
Ancaman Beralih ke Hujan dan Banjir
Noul mulai melemah setelah bergerak menuju pedalaman Guangdong. Meski demikian, sistem cuaca tersebut tetap membawa hujan lebat dan angin kencang ke sejumlah provinsi, sehingga China meningkatkan respons darurat untuk menghadapi potensi banjir.
Pusat Meteorologi Nasional memperkirakan hujan deras hingga sangat deras terjadi di sebagian besar Guangdong, Fujian selatan, Jiangxi tengah dan selatan, Hunan tenggara, serta Taiwan tenggara. Wilayah tersebut perlu memantau perkembangan cuaca karena dampak hujan dapat berlangsung setelah fase pendaratan berakhir.
Perkembangan berikutnya akan ditentukan oleh intensitas hujan, pemulihan transportasi, dan hasil penilaian keselamatan di 12 kota yang membatasi aktivitas. Hingga pembaruan Minggu, belum ada keterangan final mengenai kapan seluruh layanan dan kegiatan publik kembali normal.

















