Headline.co.id, Bandung ~ Situasi darurat sampah di Jawa Barat, khususnya di wilayah Bandung Raya, memerlukan kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Penanganan harus dimulai dari pemilahan sampah di rumah, didukung oleh teknologi pengolahan, hingga pembangunan fasilitas pengolahan berskala besar. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam acara Apel Siaga Jabar Berseka, Aksi Pilah Sampah dari Rumah, yang berlangsung di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, pada Jumat (24/7/2026). Acara ini diikuti oleh sekitar 4.000 peserta dan merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa masalah darurat sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja. “Ini membutuhkan gerakan bersama. Pemerintah menyiapkan sistem dan teknologi, sementara dari rumah kita mulai dengan langkah paling sederhana: pilah sampah,” ujarnya. Menko Pangan juga menyoroti bahwa kondisi di Bandung Raya memerlukan penanganan segera, mengingat kapasitas TPA Sarimukti yang semakin terbatas, sementara PSEL Legok Nangka diperkirakan baru akan beroperasi dalam tiga tahun ke depan. “Kita tidak bisa menunggu tiga tahun sambil membiarkan sampah terus menumpuk. Yang bisa kita kerjakan hari ini, kita kerjakan bersama. Pilah dari rumah, olah yang bisa diolah, sehingga hanya residu yang masuk ke TPA,” tegasnya.
Zulkifli Hasan juga mengingatkan akan tragedi longsor TPA Leuwigajah pada tahun 2005 yang menelan 157 korban jiwa, sebagai pelajaran bahwa masalah sampah dapat berkembang menjadi bencana jika tidak ditangani dengan serius. Selain perubahan perilaku, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi. Dalam kegiatan tersebut, Menko Pangan menyerahkan Lahsamor, inovasi pengolah sampah organik hasil riset BRIN, kepada perwakilan masyarakat. Teknologi ini dapat membantu mengolah sampah organik menjadi kompos dari sumbernya sekaligus mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA. “Teknologi harus hadir menjawab persoalan masyarakat. Kalau sampah bisa diselesaikan sebagian dari rumah dan lingkungan kita sendiri, beban TPA akan jauh berkurang,” kata Menko Pangan.
Setelah apel, Menko Pangan bersama Gubernur Jawa Barat dan peserta melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Sport Jabar Arcamanik. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot di Kelurahan Sukamiskin sebagai contoh ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kepala BRIN Prof. Arif Satria, Wakil Menteri Koordinator Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, para bupati dan wali kota se-Jawa Barat, Forkopimda, TNI/Polri, akademisi, komunitas, pelaku usaha, pelajar, serta masyarakat.
Menko Pangan menegaskan bahwa dalam menghadapi darurat sampah di Jawa Barat, tidak ada satu solusi tunggal. Gerakan memilah dari rumah, teknologi pengolahan, kolaborasi masyarakat, serta percepatan infrastruktur harus berjalan bersama agar persoalan sampah dapat ditangani dari hulu hingga hilir.



















