Headline.co.id, Pekanbaru ~ Pemerintah Provinsi Riau bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau sedang mempersiapkan pembangunan Flyover Simpang Garuda Sakti di Panam, Kota Pekanbaru. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi kemacetan di Jalan HR Soebrantas menuju Bangkinang, yang dikenal sebagai salah satu titik padat lalu lintas. Dalam proyek ini, Pemprov Riau bertanggung jawab atas pembebasan lahan, sementara BPJN Riau akan mengerjakan pembangunan fisik flyover tersebut. Untuk mendukung proses ini, Pemprov Riau telah menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, Zulfahmi, menyatakan bahwa besaran anggaran tersebut akan disesuaikan dengan hasil akhir dari proses pembebasan lahan. “Kami telah melakukan pendataan Daerah Milik Jalan (DMJ) dengan melibatkan berbagai instansi, termasuk BPJN Riau, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan Negeri Pekanbaru, serta Pengadilan Negeri,” ujar Zulfahmi di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (22/7/2026).
Setelah semua bidang tanah terdata, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) akan melakukan penilaian untuk menentukan besaran ganti rugi sebelum pembayaran kepada masyarakat terdampak dilaksanakan. Pemprov Riau menargetkan proses pengadaan tanah selesai pada 2026 agar tidak menghambat tahapan lanjutan pembangunan. “Kami berharap proses ini dapat selesai tepat waktu,” tambah Zulfahmi.
Di sisi lain, Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak, menyatakan bahwa dokumen Detail Engineering Design (DED) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) telah disiapkan. Setelah pembebasan lahan selesai, BPJN akan melaporkan progres tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum sebagai dasar pelaksanaan pembangunan fisik. Yohanis menjelaskan bahwa flyover ini akan membentang dari Jalan HR Soebrantas menuju arah Bangkinang dengan panjang penanganan sekitar 644 meter. Infrastruktur tersebut juga akan dilengkapi dengan oprit sepanjang 145 meter di sisi Pekanbaru dan 160 meter di sisi Bangkinang. “Kami berharap proyek ini dapat berjalan lancar dan sesuai jadwal,” pungkas Yohanis.















