Headline.co.id, Gorontalo ~ Pemerintah Provinsi Gorontalo memperkuat program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pendidikan kependudukan. Program ini tidak hanya berfokus pada jumlah penduduk, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan reproduksi, ketahanan keluarga, dan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan sosial-ekonomi. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Sofyan Tambipi, menyatakan bahwa SSK adalah wadah strategis bagi peserta didik untuk memahami perencanaan kehidupan, pembangunan karakter, dan persiapan masa depan.
Sofyan menegaskan pentingnya penguatan pendidikan kependudukan untuk merespons fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di media sosial dan kecenderungan sebagian remaja yang enggan menikah karena kekhawatiran ekonomi dan karier. Melalui program SSK, diharapkan siswa dapat membuat keputusan yang bijak dan bertanggung jawab. Tahun 2026 dianggap sebagai peluang besar bagi Provinsi Gorontalo untuk mengoptimalkan bonus demografi dengan menyediakan sumber daya manusia yang terdidik, sehat, dan berdaya saing.
Berdasarkan data kependudukan tahun 2026, dari 189 SMA/sederajat di Provinsi Gorontalo, hanya sembilan sekolah yang terdaftar sebagai SSK, empat sekolah (2,67%) masuk kategori SSK Dasar, dan satu sekolah (0,67%) masuk kategori SSK Paripurna. Data ini menunjukkan perlunya pendampingan, pemantauan, dan evaluasi berkelanjutan agar cakupan program semakin meluas. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang kebijakan SSK, penggunaan aplikasi SI MONEVPENDUK, pengembangan Pojok Kependudukan, dan penyusunan Modul Ajar Terintegrasi Pendidikan Kependudukan yang diharapkan dapat langsung diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.


















