Headline.co.id, Medan ~ Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengadakan acara Music Corner dan Nobar Asyik Bola Gembira di Lapangan Warna-Warni Martubung, Kota Medan, Sumatra Utara. Acara ini tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tersebut. Kehadiran masyarakat yang memadati lokasi sejak sehari sebelum final Piala Dunia FIFA 2026 terbukti meningkatkan jumlah pengunjung dan penjualan bagi pedagang makanan dan minuman di sekitar lokasi acara.
Berto (39), seorang pedagang sempol ayam yang telah berjualan selama lima tahun di kawasan Warna-Warni Martubung, merasakan dampak positif dari kegiatan yang dihadiri ribuan pengunjung tersebut. “Omzet saya naik hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa,” ujar Berto, saat ditemui , Minggu (19/7/2026). Menurut Berto, setiap acara besar yang digelar di Lapangan Warna-Warni selalu memberikan efek positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. “Kegiatan seperti ini sangat membantu kami para pedagang,” katanya.
Berto memperkirakan dampak keramaian menjangkau radius sekitar 200 meter dari pusat kegiatan. Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, ia meningkatkan stok dagangannya hampir dua kali lipat. Pada hari biasa, Berto menyiapkan sekitar 1.000 hingga 1.500 porsi sempol ayam, sementara saat akhir pekan jumlahnya meningkat menjadi sekitar 1.800 hingga 2.000 porsi. Namun, selama acara berlangsung, stok yang disiapkan mencapai 2.000 hingga 3.000 porsi. “Saya harus menambah stok agar tidak kehabisan,” ujarnya.
Dampak positif serupa juga dirasakan oleh pelaku usaha minuman dan kedai kopi Serasi di kawasan tersebut. Barista Kopi Serasi, Dede Pramuja (20), mengatakan kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Warna-Warni membawa pelanggan baru yang sebelumnya belum pernah berkunjung ke kafenya. “Banyak pelanggan baru yang datang, ini sangat bagus untuk usaha kami,” katanya. Untuk memanfaatkan momentum tersebut, Kopi Serasi mempercepat jam operasional dari pukul 10.00 menjadi pukul 09.00 WIB agar dapat melayani pengunjung lebih lama.
Selain meningkatkan transaksi penjualan, Dede menilai kegiatan publik seperti ini efektif memperkenalkan usaha lokal kepada masyarakat yang lebih luas. “Kegiatan ini membantu kami dikenal lebih banyak orang,” ujarnya. Hal senada disampaikan Dede (32), pedagang minuman yang telah tiga tahun berjualan di kawasan Martubung. Ia mengatakan setiap kegiatan yang digelar di Lapangan Warna-Warni selalu membawa tambahan pembeli meskipun kenaikannya bervariasi. “Setiap acara pasti ada peningkatan pembeli,” katanya.
Menurutnya, para pedagang selalu menyambut positif penyelenggaraan berbagai kegiatan pemerintah maupun hiburan masyarakat karena memberikan peluang tambahan pendapatan yang sulit diperoleh pada hari biasa. “Kami berharap acara seperti ini sering diadakan,” ujarnya. Rangkaian Music Corner dan Nobar Asyik Bola Gembira menjadi contoh bagaimana penyelenggaraan kegiatan publik tidak hanya menghadirkan ruang hiburan yang aman dan inklusif bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal melalui meningkatnya aktivitas UMKM, bertambahnya pelanggan, serta naiknya perputaran transaksi di kawasan sekitar lokasi acara.
















