Headline.co.id, Jakarta ~ Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk mengingatkan hak-hak anak, tetapi juga memperkuat partisipasi mereka dalam pembangunan. Hal ini diwujudkan melalui penyusunan dokumen Suara Anak Indonesia 2026 yang akan menjadi masukan penting dalam perumusan kebijakan pemerintah.
Alya Alkautsar, perwakilan dari Sekretariat Forum Anak Nasional (FAN) sekaligus Koordinator Utama Lokakarya FAN 2026, menjelaskan bahwa dokumen ini disusun dengan melibatkan Forum Anak Daerah, Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK), serta anak-anak Indonesia yang berada di luar negeri. “Kami ingin dokumen ini dapat merepresentasikan keberagaman suara anak Indonesia,” ujar Alya dalam siaran pers Kemen PPPA, Jumat (17/7/2026).
Menurut Alya, Suara Anak Indonesia memuat berbagai aspirasi, kebutuhan, dan harapan anak-anak terhadap lingkungan yang lebih aman, sehat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang mereka. Penyusunan dokumen ini dilakukan melalui Lokakarya Forum Anak Nasional 2026 yang berlangsung dari 13 Juni hingga 19 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Forum Anak Nasional dan Forum Anak Daerah sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan.
Berbagai isu strategis menjadi perhatian dalam lokakarya tersebut, lain kesehatan mental, keamanan ruang digital, perlindungan dari kekerasan, akses terhadap pendidikan yang aman dan berkualitas, serta pentingnya ruang bermain dan ruang partisipasi yang bermakna. Alya Alkautsar berharap Suara Anak Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan yang berpihak pada kepentingan terbaik anak. “Kami berharap dokumen ini dapat menjadi acuan dalam kebijakan yang lebih berpihak pada anak,” tutupnya.
Melalui pendekatan ini, Hari Anak Nasional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.













