Headline.co.id, Sleman ~ Tujuh mahasiswa dari Program Studi Fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melakukan penelitian terkait kekuatan dan daya tahan otot ekstremitas bawah pada lansia. Penelitian ini berlangsung di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Senin (13/7). Tujuan dari riset ini adalah untuk memahami hubungan partisipasi lansia dalam kegiatan komunitas dengan kekuatan otot mereka, yang penting untuk mencegah risiko jatuh.
Penelitian ini menyoroti pentingnya kekuatan dan daya tahan otot bagian bawah sebagai indikator kemampuan fungsional lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Nurul Khoiriyah, perwakilan mahasiswa, menjelaskan bahwa partisipasi aktif dalam kegiatan sosial seperti kelompok keagamaan, seni, dan olahraga dapat meningkatkan kondisi fisik lansia. “Interaksi sosial yang sehat dapat mendorong lansia tetap aktif, sehingga kualitas hidup mereka terjaga,” ujar Nurul.
Dalam praktiknya, tim mahasiswa menggunakan metode uji fisik terstandar untuk mengukur kemampuan motorik lansia. Data yang diperoleh diharapkan dapat memberikan rekomendasi ilmiah bagi pemerintah desa dan pengelola panti dalam menyusun program pemberdayaan dan pencegahan penyakit degeneratif.
Sinergi dengan Pengelola Layanan Lansia
Manajer Operasional Layanan Lansia Terintegrasi Banyuraden, Sayekti Rahayu, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai bahwa sinergi dengan mahasiswa sangat bermanfaat karena membantu pengelola mendapatkan data kesehatan warga binaan secara akurat. “Hasil riset ini akan menjadi kompas evaluasi untuk program pembinaan berkala,” kata Sayekti.
Dukungan Pemerintah Kalurahan
Dukungan juga datang dari Kamituwa Banyuraden, Agus Nurdalmadi, yang berharap kehadiran mahasiswa dapat meningkatkan kesadaran warga paruh baya untuk mempersiapkan masa lanjut usia yang sehat dan produktif. Pemerintah kalurahan melihat penelitian ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di Banyuraden.
Penelitian ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi lansia, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan program kesehatan berbasis masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan.


















