Headline.co.id, Raja Ampat ~ Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam, menegaskan pentingnya peran kepala distrik dan lurah sebagai penghubung kebijakan pemerintah daerah dan kebutuhan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan saat pelantikan 26 pejabat wilayah di Aula Bappeda Kabupaten Raja Ampat pada Selasa (14/7/2026). Pelantikan ini melibatkan 16 kepala distrik, enam Penjabat (Pj.) kepala distrik, dan empat lurah.
Menurut Orideko, kepala distrik dan lurah merupakan ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Mereka harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan adaptif,” ujar Orideko. Tantangan geografis Raja Ampat yang terdiri dari wilayah kepulauan menuntut pemimpin yang hadir dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat.
Orideko menekankan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan bukan sekadar seremoni, melainkan ikrar tanggung jawab kepada Tuhan, negara, dan masyarakat. Ia mengingatkan para pejabat untuk tidak hanya menjalankan tugas administratif dari balik meja, tetapi juga aktif turun ke lapangan mendengar aspirasi masyarakat dan memastikan pelayanan dasar berjalan baik.
Pelayanan Publik dan Netralitas
Orideko mengingatkan pentingnya menjaga netralitas, integritas, dan kewibawaan sebagai representasi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. “Kepala distrik dan lurah harus menjaga potensi daerah, termasuk kelestarian alam dan laut Raja Ampat,” tegasnya. Raja Ampat dikenal sebagai kawasan konservasi dan destinasi wisata bahari kelas dunia.
Harapan untuk Pembangunan Daerah
Bupati berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjadi energi baru dalam memperkuat pembangunan dari tingkat kampung hingga kabupaten. Dengan kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat dan berorientasi pada pelayanan, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat optimistis pembangunan daerah dapat berjalan lebih merata menuju Raja Ampat yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Orideko menutup dengan harapan agar para pemimpin wilayah dapat menghadirkan pelayanan publik yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan dengan tantangan akses yang beragam.
















