Headline.co.id, Indramayu ~ Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan asistensi dalam penanganan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan tiga orang tewas di Jalan Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Indramayu, Jawa Barat. Insiden tragis ini terjadi pada Minggu (12/7) siang dan melibatkan mobil pikap Daihatsu Gran Max serta dua truk Hino. Brigjen Pol. I Made Agus Prasatya, Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, menegaskan bahwa investigasi dilakukan secara profesional dan transparan untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
Atas instruksi Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Wibowo, tim asistensi dikerahkan ke lokasi kejadian pada Senin (13/7). Kombes Pol Mariochristy PS Siregar memimpin tim dalam pendalaman hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk pengumpulan keterangan saksi dan barang bukti. Hasil sementara menunjukkan tidak adanya jejak pengereman dari truk sebelum menabrak kendaraan yang berhenti untuk berputar balik.
Tim juga memanfaatkan rekaman video dari media sosial untuk menganalisis kecepatan kendaraan sebelum kecelakaan. Namun, hasil pemeriksaan CCTV di sekitar lokasi belum menemukan kamera yang mengarah langsung ke titik kejadian. Untuk memperkuat pembuktian, Ditgakkum Korlantas Polri bersama Tim Traffic Accident Analysis (TAA) melakukan olah TKP menggunakan teknologi 3D Laser Scanner.
Faktor Jalan dan Keselamatan
Investigasi menemukan perbedaan elevasi jalan sekitar 10 cm jalur A dan B, serta ketiadaan rambu lalu lintas dan petunjuk putar balik di lokasi. Titik putar balik yang digunakan bukan merupakan u-turn resmi, melainkan akses yang dibuka masyarakat. Menurut Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, jarak antar u-turn resmi di ruas jalan tersebut sekitar 800 meter.
Langkah Tindak Lanjut
Sebagai tindak lanjut, Ditgakkum Korlantas Polri mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Dinas Perhubungan dan PUPR Provinsi Jawa Barat untuk mengevaluasi aspek keselamatan jalan di sepanjang ruas Pantura. Evaluasi ini menyepakati perlunya penataan ulang titik putar balik, peningkatan koordinasi kepolisian dan instansi terkait, serta pemasangan rambu lalu lintas untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Seluruh hasil olah TKP dan analisis teknis telah diserahkan kepada penyidik untuk penyidikan lebih lanjut. Kecelakaan ini menyoroti pentingnya evaluasi keselamatan jalan guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.


















