Headline.co.id, Bengkalis ~ Sebanyak 450 mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Kepulauan Meranti. Program ini berlangsung selama 40 hari dan mencakup lima kecamatan, yaitu Tebing Tinggi Timur, Rangsang, Rangsang Pesisir, Merbau, dan Pulau Merbau. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan kampus dan pemerintah daerah setempat.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Wira Sugiarto, menyatakan bahwa tahun 2026 adalah tahun ketiga pelaksanaan KKN di Kepulauan Meranti. “Untuk wilayah Tebing Tinggi Timur, Rangsang, dan Rangsang Pesisir, mahasiswa sudah berada di Selatpanjang. Sementara peserta yang ditempatkan di Merbau dan Pulau Merbau telah langsung menuju lokasi masing-masing,” jelas Wira.
Dari total mahasiswa yang diterjunkan, 118 di antaranya adalah laki-laki dan 332 perempuan. Kecamatan Rangsang Pesisir menerima 135 mahasiswa, Rangsang 101 mahasiswa, dan Tebing Tinggi Timur 81 mahasiswa, sementara sisanya ditempatkan di Merbau dan Pulau Merbau.
Dalam pertemuan dengan Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, pihak kampus meminta dukungan terkait transportasi mahasiswa dan barang menuju lokasi KKN serta pengangkutan kembali setelah program berakhir. Bupati Asmar menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan KKN agar berjalan lancar. Ia meminta Dinas Perhubungan dan para camat di wilayah tujuan untuk membantu kebutuhan transportasi mahasiswa.
Asmar juga menginstruksikan seluruh camat untuk memberikan pendampingan selama mahasiswa menjalankan pengabdian. “Saya minta para camat membantu pembina dan mahasiswa agar seluruh kegiatan berjalan lancar. Pantau kondisi mereka dengan baik. Jika ada yang perlu diingatkan, silakan ditegur dengan cara yang baik demi menjaga nama baik kampus maupun daerah,” tegasnya.
Selain itu, Asmar menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kesehatan mahasiswa. Ia meminta pemerintah kecamatan, puskesmas, TNI, dan Polri untuk aktif memantau kondisi mahasiswa serta memberikan pelayanan kesehatan secara cepat apabila diperlukan. “Kalau ada mahasiswa yang sakit atau membutuhkan bantuan, segera ditangani. Koordinasikan dengan puskesmas dan pemerintah kecamatan. Keselamatan dan kesehatan mereka harus menjadi prioritas,” katanya.
Bupati Asmar berharap mahasiswa dapat memanfaatkan masa KKN untuk memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Mahasiswa didorong untuk terlibat dalam gotong royong, membantu kegiatan belajar mengajar, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta berpartisipasi dalam program pembangunan desa. “Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat. Bangun komunikasi yang baik dengan warga, ikut bergotong royong, membantu sekolah, dan berikan kontribusi positif sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Bupati Kepulauan Meranti dijadwalkan memberikan arahan sekaligus melepas secara resmi peserta KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis sebelum diberangkatkan menuju seluruh lokasi pengabdian.




















