Headline.co.id, Malang ~ Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan pentingnya Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) dalam mencegah kekerasan terhadap anak di lingkungan terdekat. Dalam acara yang berlangsung di Malang, Jawa Timur, Senin (13/7/2026), Arifah mengungkapkan bahwa 71 persen kekerasan terhadap anak terjadi di tempat yang seharusnya aman, seperti rumah dan sekolah.
Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) tahun 2025, tercatat 21.352 kasus kekerasan terhadap anak. Dari jumlah tersebut, 62,19 persen korban adalah anak perempuan, dan 46,1 persen kekerasan terjadi di lingkungan rumah tangga dan pendidikan. “Ini adalah tantangan besar yang harus kita hadapi bersama,” tegas Arifah di hadapan para guru, orang tua, anak-anak, serta pejabat pemerintah yang hadir.
Dampak Kekerasan pada Kesehatan Mental Anak
Kekerasan terhadap anak tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga mempengaruhi kesehatan mental mereka. Arifah menyebutkan bahwa 62,19 persen anak yang mengalami masalah kesehatan jiwa pernah mengalami kekerasan dalam 12 bulan terakhir. “Kita harus memastikan setiap anak merasa aman dan bahagia di sekolah,” ujarnya, mengenang masa kecilnya yang penuh kegembiraan saat kembali ke sekolah.
Peran Penting Sinergi dalam Perlindungan Anak
Arifah menekankan bahwa menciptakan ruang aman bagi anak memerlukan sinergi pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai regulasi untuk memperkuat perlindungan anak, termasuk strategi nasional penghapusan kekerasan terhadap anak dan perlindungan di lingkungan pendidikan serta ruang digital.
Kolaborasi untuk Masa Depan Anak yang Lebih Baik
Peluncuran Gernas RANA mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kemendikdasmen. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan pemerintah daerah setempat juga turut berkolaborasi. “Gernas RANA adalah momentum untuk membangun komitmen bersama agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang dengan aman,” pungkas Arifah.
Dengan Gernas RANA, diharapkan rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat, termasuk ruang digital, benar-benar menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka.



















