Headline.co.id, Merauke ~ Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia berupaya memperkuat jejaring laboratorium global guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap keamanan produk obat dan makanan. Langkah ini dilakukan dengan mengembangkan infrastruktur laboratorium nasional dan memperluas kerja sama internasional. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa pengembangan ini didukung oleh pendanaan dari Asian Development Bank dan akan dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.
“Dengan dukungan anggaran ADB, kami akan mengembangkan laboratorium hingga menjangkau Sabang sampai Merauke. Penguatan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengujian laboratorium BPOM di seluruh Indonesia,” ujar Taruna Ikrar pada Senin (6/7/2026).
Kerja Sama Internasional
BPOM juga menjalin kerja sama dengan berbagai otoritas regulator dunia, termasuk U.S. Food and Drug Administration, serta lembaga terkait di India, China, Jepang, dan negara-negara lain di Asia. “Laboratorium kita harus terkoneksi dengan dunia luar. Karena dari situlah akan muncul saling percaya,” tambah Taruna Ikrar. Interkoneksi ini penting mengingat produk dari berbagai negara masuk ke Indonesia, sementara produk lokal juga didorong untuk menembus pasar internasional.
Inovasi Green Laboratory
Penguatan jejaring laboratorium global ini juga mendorong inovasi green laboratory, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan reputasi laboratorium BPOM. Dengan pengakuan internasional, BPOM berharap dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan, mutu, dan khasiat obat serta makanan yang beredar di Indonesia.
“Inti akhirnya adalah bagaimana Badan POM menunjukkan tekadnya untuk mengayomi. Sekaligus melindungi masyarakat seluruh Indonesia,” tutup Taruna Ikrar. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pengakuan global terhadap hasil pengujian laboratorium BPOM dan menjamin keamanan produk yang beredar di pasar domestik dan internasional.





















