Headline.co.id, Jogja ~ Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Dien Muhammad Scientivan Kurnia Pramono, berhasil meraih dua penghargaan dalam kompetisi blockchain internasional, UHI9 Hookathon. Kompetisi ini merupakan bagian dari program Uniswap Hook Incubator Batch 9 yang diselenggarakan oleh Atrium Academy. Dien, yang merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi angkatan 2024 dan Technical Lead UGM Blockchain Club, memenangkan kategori Impermanent Loss & Yield Systems Track serta Reactive Network Track, masing-masing dengan hadiah 1.000 dolar AS. Pengumuman pemenang dilakukan oleh Atrium Academy melalui akun X (Twitter) pada Jumat (19/6).
Dien menjelaskan bahwa UHI9 Hookathon adalah kompetisi internasional yang mempertemukan pengembang blockchain dari berbagai negara untuk merancang solusi berbasis hook pada Uniswap v4. “Sebelum mengikuti kompetisi, peserta harus melewati proses seleksi berupa pengajuan dokumen dan wawancara, kemudian mengikuti serangkaian lokakarya intensif hingga memasuki babak akhir berupa hackathon atau yang dalam program ini disebut sebagai Hookathon,” ujar Dien pada Jumat (3/7).
Proyek Inovatif Veritas
Dalam kompetisi tersebut, Dien mengembangkan proyek bernama Veritas, sebuah sistem berbasis Uniswap v4 yang mengubah sinyal keaslian konten menjadi skor risiko on-chain bernama Dilution Risk Score (DRS). Skor ini digunakan untuk mencegah konten duplikasi atau replikasi berbasis kecerdasan artifisial mendapatkan pendanaan, serta menyesuaikan biaya perlindungan bagi Liquidity Provider (LP) secara otomatis. “Melalui pendekatan tersebut, risiko impermanent loss yang selama ini menjadi tantangan bagi penyedia likuiditas dapat ditekan tanpa memerlukan otoritas terpusat,” jelasnya.
Teknologi Reactive Network
Veritas memanfaatkan teknologi Reactive Network, yang memungkinkan smart contract merespons berbagai peristiwa on-chain maupun lintas rantai secara otomatis. Integrasi ini memungkinkan pembaruan Dilution Risk Score berlangsung secara real-time ketika terjadi perubahan kondisi pada pool. “Mekanisme ini juga telah berhasil diuji pada jaringan testnet dan menunjukkan kemampuan sistem dalam memperbarui skor secara reaktif sesuai kondisi terbaru,” tambah Dien.
Keberhasilan Dien dalam memenangkan dua kategori sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa Indonesia dalam mengembangkan solusi inovatif di bidang infrastruktur decentralized finance (DeFi) yang mampu bersaing di tingkat global. Prestasi ini juga menegaskan komitmen UGM dalam mencetak talenta unggul yang berkontribusi terhadap perkembangan teknologi digital, khususnya di bidang blockchain.






















