Headline.co.id, Lembang ~ Kamis (2/7/2026) – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, meresmikan revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di lingkungan Sespim Lemdiklat Polri. Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 dan dihadiri oleh 25 anak yatim dari wilayah sekitar Lembang yang menerima santunan. Revitalisasi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan akhlak dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan pentingnya masjid sebagai tempat memakmurkan umat dan pusat pendidikan serta kepedulian sosial. “Masjid harus menjadi tempat yang memakmurkan umat, bukan hanya tempat bersujud kepada Allah SWT, tetapi juga tempat tumbuhnya ilmu, akhlak, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama,” ujarnya.
Sebanyak 25 anak yatim yang menerima santunan berasal dari lima wilayah Rukun Warga (RW) di sekitar Sespim Lemdiklat Polri. Mereka dibina melalui pengajian Yayasan Al-Khoiriyah yang telah berdiri sejak 2019. Yayasan ini berfungsi sebagai wadah pembinaan akhlak, pendidikan agama, dan pendampingan sosial bagi anak-anak di lingkungan tersebut.
Peran Yayasan Al-Khoiriyah
Ustaz Khaerudin, S.H.I., Imam Masjid Panggilan Sujud sekaligus Pembina Yayasan Al-Khoiriyah, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh Wakapolri dan jajaran Polri kepada anak-anak yatim. “Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakapolri dan seluruh keluarga besar Polri atas kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak yatim di sekitar Sespim,” ungkapnya.
Yayasan Al-Khoiriyah selama ini menjadi tempat berkumpulnya anak-anak yatim dari lima RW di sekitar Sespim untuk belajar Al-Qur’an dan memperdalam ilmu agama. Yayasan ini juga menjadi jembatan bagi berbagai pihak yang ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak tersebut.
Makna Revitalisasi Masjid
Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud tidak hanya menghadirkan sarana ibadah yang lebih baik, tetapi juga menegaskan transformasi Polri yang dibangun di atas keseimbangan profesionalisme, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kegiatan santunan ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80, menegaskan bahwa pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kepedulian sosial.
“Peresmian masjid akan semakin bermakna apabila diiringi dengan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang,” tambah Wakapolri. Kehadiran anak-anak yatim di tengah acara ini menjadi pengingat agar setiap amanah jabatan dan pengabdian senantiasa dilandasi hati yang penuh empati, keikhlasan, dan rasa syukur.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus memuliakan anak yatim dan menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, majelis ilmu, dan pembinaan umat.























