Headline.co.id, Kalimantan Selatan ~ Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, mengadakan dialog dengan petani jagung di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Senin (29/06/26). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat program ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi jagung pakan ternak. Acara tersebut dihadiri oleh 17 perwakilan petani dari berbagai kelompok tani di wilayah tersebut.
Dalam dialog tersebut, Kapolda Kalsel mendengarkan berbagai aspirasi dan kendala yang dihadapi petani, termasuk keterbatasan pasokan BBM jenis solar untuk operasional alat mesin pertanian (alsintan). Menanggapi hal ini, Kapolda menginstruksikan Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, untuk mendata kelompok tani yang mengalami kendala serupa agar dapat segera dicarikan solusi. “Ketersediaan bibit, pupuk, alsintan, hingga BBM harus dipastikan terpenuhi guna mendukung Tanah Laut sebagai sentra produksi jagung di Kalimantan Selatan,” ujar Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan.
Dukungan Polda Kalsel Tingkatkan Semangat Petani
Salah seorang petani, Balot, menyatakan bahwa dukungan dari Polda Kalsel dan Polres Tanah Laut telah meningkatkan semangat petani dalam mengembangkan budidaya jagung. “Bantuan alsintan dari pemerintah daerah yang didorong kepolisian telah membantu mengatasi sejumlah kendala di lapangan,” ungkap Balot. Para petani juga menyambut baik adanya tabel rafaksi yang diinisiasi Kapolda untuk menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani agar tidak dipermainkan tengkulak.
Produksi Jagung Tanah Laut
Berdasarkan data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, terdapat sekitar 300 petani aktif dengan luas tanam mencapai 2.052 hektare. Wilayah ini mampu menghasilkan sekitar 100 ribu ton jagung pada tahun 2025. Program ini diharapkan dapat terus memperkuat ketahanan pangan melalui sinergi Polri, pemerintah daerah, dan para petani.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan produksi jagung di Tanah Laut dapat terus meningkat, mendukung ketahanan pangan nasional, dan memberikan manfaat ekonomi bagi para petani setempat.





















