Headline.co.id, Sleman ~ Kabupaten Sleman mencatatkan prestasi sebagai daerah dengan integrasi data kemiskinan tercepat di Indonesia melalui digitalisasi bantuan sosial (bansos). Hal ini terwujud berkat penggunaan Aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) berbasis Identitas Kependudukan Digital (IKD), yang mampu mempercepat proses verifikasi calon penerima bansos dari hitungan bulan menjadi hanya beberapa menit. Uji coba aplikasi ini dilakukan serentak di Kabupaten Sleman pada Kamis (25/6/2026), dihadiri oleh Mensuseno dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.
Kabupaten Sleman menjadi salah satu dari 42 kabupaten di Indonesia yang dipilih sebagai lokasi percontohan proyek strategis nasional ini. Mensuseno menjelaskan bahwa penggunaan IKD nasional berfungsi sebagai penyaring otomatis untuk memastikan objektivitas data di lapangan. “Melalui sistem digital Perlinsos ini, dapat langsung diketahui dalam hitungan menit apakah seseorang berpotensi atau tidak berpotensi menjadi penerima manfaat bantuan,” ujarnya.
Transformasi Digital Bansos di Sleman
Proses digitalisasi ini bertujuan untuk mengurangi subjektivitas dan memotong rantai birokrasi yang lambat. Sebelumnya, alur birokrasi konvensional hingga penetapan penerima bansos bisa memakan waktu lebih dari 100 hari. Dengan sistem baru ini, masyarakat dapat mengakses program perlindungan sosial melalui registrasi mandiri via gawai pintar atau melalui fasilitasi Agen Perlinsos.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman, Arifin, menyatakan bahwa pemerintah daerah mengadopsi taktik jemput bola dengan menyebar agen resmi hingga ke tingkat padukuhan. “Agen Perlinsos ini akan kami tempatkan hingga tingkat padukuhan, di mana setiap kalurahan minimal memiliki satu agen di setiap dusunnya,” jelas Arifin.
Antusiasme Masyarakat Sleman
Langkah digitalisasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Sleman. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro, mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme warga Sleman yang tertinggi di tingkat nasional. “Pemerintah pusat sangat mengapresiasi Kabupaten Sleman yang telah melaksanakan uji coba ini dengan capaian 2.500 warga melakukan pendaftaran mandiri,” kata Wawan.
Uji coba berskala nasional ini diselenggarakan secara terpadu melalui jalur agen kemitraan di wilayah Kapanewon Mlati dan Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Pemerintah berharap platform Perlinsos ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya demi mewujudkan transparansi anggaran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.




















