Headline.co.id, Banda Aceh ~ Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh telah mengumumkan hasil akhir seleksi Program Language Training for Academic Purpose Test (LTAPT) Tahun 2026. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan putra-putri terbaik Aceh melanjutkan pendidikan magister (S2) dan doktoral (S3) di universitas bereputasi internasional. Kepala BPSDM Aceh, Marthunis, menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen Pemerintah Aceh dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
“Program LTAPT bukan sekadar pelatihan bahasa asing, melainkan investasi strategi Pemerintah Aceh dalam menyiapkan generasi muda Aceh yang mampu bersaing di tingkat internasional. Kami ingin memastikan bahwa putra-putri terbaik Aceh memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses pendidikan global dan kembali membangun Aceh,” ujar Marthunis dalam keterangan resmi, Sabtu (27/6/2026).
Proses seleksi LTAPT 2026 dilakukan dengan ketat, objektif, dan akuntabel. Tahapan seleksi meliputi verifikasi dokumen asli, wawancara mendalam, serta penilaian motivasi, komitmen, kemampuan bahasa, dan rencana kontribusi peserta bagi pembangunan Aceh. Seleksi ini melibatkan pengajar, praktisi beasiswa internasional, dan alumni penerima beasiswa untuk memastikan kualitas peserta yang terpilih.
Dari 529 pendaftar, 100 peserta berhasil lolos ke tahap wawancara. Namun, hanya peserta yang memenuhi standar kualitas dan integritas yang dinyatakan lulus. Sebanyak 40 peserta lulus pada jalur Bahasa Inggris, sedangkan pada jalur Bahasa Mandarin hanya 10 peserta yang lulus, meskipun kuota tersedia untuk 20 orang. Kebijakan ini menerapkan prinsip “Integrity Over Quota”, menempatkan kualitas di atas kuota.
Penghargaan dan Harapan
Kepala BPSDM Aceh menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta yang mengikuti seleksi dengan dedikasi dan sportivitas. Bagi peserta yang belum berhasil, diharapkan tetap mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya. “Keberhasilan dalam seleksi ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan dan tugas pembangunan Aceh di tingkat global,” tambah Marthunis.
Tahapan Selanjutnya
Peserta yang dinyatakan lulus diwajibkan mengikuti seluruh tahapan koordinasi dan persiapan pelatihan sesuai jadwal yang ditetapkan panitia. Ketidakpatuhan terhadap tahapan tersebut dapat mengakibatkan penempatan oleh peserta cadangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Program LTAPT ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di masa mendatang.























