Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif melalui penguatan peran Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking. Satgas ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian berbagai hambatan yang dihadapi investor dalam merealisasikan proyek investasi di Indonesia. Dalam pertemuan dengan pelaku usaha, termasuk investor dan perusahaan asal Korea Selatan, Purbaya menekankan pentingnya koordinasi antarkementerian dan lembaga untuk mengatasi persoalan regulasi dan operasional yang menghambat investasi.
Purbaya menyatakan bahwa semua pelaku usaha memiliki akses yang sama untuk melaporkan kendala kepada Satgas Debottlenecking. “Kami membuka mekanisme ini bagi seluruh investor yang membutuhkan dukungan pemerintah dalam menyelesaikan hambatan investasi,” ujarnya di hadapan KOCHAM Indonesia (Korean Chamber of Commerce and Industry in Indonesia), Jumat (26/6/2026). Ia menambahkan bahwa pemerintah akan segera menindaklanjuti setiap laporan yang masuk, dengan Satgas Debottlenecking mengadakan rapat penanganan rutin setiap minggu.
Pengawasan Langsung dari Presiden
Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa Presiden turut memantau langsung proses dan perkembangan penanganan hambatan investasi yang dibahas dalam Satgas Debottlenecking. “Dengan pengawasan tersebut, seluruh keputusan yang dihasilkan satgas harus dijalankan oleh kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah terkait,” tegasnya. Purbaya juga menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap instansi yang tidak menjalankan keputusan Satgas Debottlenecking.
Indonesia Menjadi Destinasi Investasi Menarik
Purbaya mengajak para investor untuk lebih percaya diri menanamkan modal di Indonesia. Menurutnya, kondisi perekonomian nasional saat ini menunjukkan kinerja yang solid dengan didukung fundamental ekonomi yang kuat serta pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global. “Indonesia merupakan salah satu negara yang menawarkan prospek investasi yang menjanjikan,” kata Purbaya. Stabilitas ekonomi makro, daya tahan sektor keuangan, serta reformasi kebijakan yang terus dilakukan pemerintah menjadi faktor penting yang memperkuat daya tarik Indonesia di mata investor domestik maupun asing.
Purbaya menjelaskan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen mencerminkan kuatnya aktivitas ekonomi nasional yang ditopang oleh konsumsi masyarakat, investasi, serta kinerja sektor-sektor produktif. Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus mendorong masuknya investasi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Dengan berbagai indikator ekonomi yang positif, Menkeu Purbaya optimistis Indonesia akan tetap menjadi salah satu tujuan investasi utama di kawasan, sekaligus mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah dan panjang. Investasi yang terus mengalir ke dalam negeri akan menjadi motor penting dalam memperkuat transformasi ekonomi dan mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.






















