Headline.co.id, Jakarta ~ Dalam menghadapi tantangan geopolitik global, Indonesia dan Australia berkomitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi. Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono, menekankan pentingnya membangun kekuatan ekonomi bersama yang berfokus pada rantai pasok regional yang aman. Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi pada Selasa (23/6/2026).
Kerja sama ini didorong oleh stabilitas kawasan Asia Tenggara dan Oseania yang terjaga, memberikan prospek jangka panjang bagi kedua negara. Siswo menyebutkan bahwa perdagangan pupuk dan komoditas strategis lainnya serta investasi menjadi fokus utama. “Stabilitas kawasan ini memberikan peluang besar untuk memperkuat integrasi ekonomi,” ujar Siswo.
Risiko Geopolitik dan Peluang Ekonomi
Siswo menjelaskan bahwa pelaku usaha dan investor kini semakin memperhitungkan risiko geopolitik jangka panjang, terutama terkait jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz, Laut Merah, dan Terusan Suez. Berbeda dengan kawasan tersebut, Indonesia dan Australia secara geografis berada dekat dan tidak terlibat dalam konflik geopolitik, memberikan peluang besar untuk pengembangan industri bernilai tambah.
Integrasi Ekonomi dan Teknologi
Menurut Siswo, bahan baku dari Australia dapat diolah di Indonesia sebelum dikirim kembali, memanfaatkan teknologi tinggi dari Australia. “Bahan baku dari sini diolah di Indonesia, setengah jadi dikirim lagi ke sini, diolah dengan teknologi tinggi,” jelasnya. Hal ini menunjukkan potensi besar dalam integrasi ekonomi kedua negara.
Pentingnya Keamanan Pasokan
Siswo menegaskan bahwa perusahaan global kini tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga keamanan pasokan jangka panjang. Sebagai contoh, Indonesia yang sebelumnya banyak mengimpor gandum dari Ukraina, kini mencari alternatif pasokan dari Australia. Sebaliknya, Australia membutuhkan pasokan urea dari Indonesia untuk mendukung produksi pertanian mereka.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi kedua negara di tengah ketidakpastian geopolitik global, sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan komoditas strategis.






















