Headline.co.id, Surabaya ~ Majelis Wali Amanat Universitas Negeri Surabaya (MWA Unesa) melakukan kunjungan studi banding ke Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa, 28 Juli 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari mekanisme pemilihan rektor dan pengelolaan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) yang telah diterapkan di UGM. Delegasi Unesa dipimpin oleh Ketua MWA, Prof. Dr. H. Haris Supratno, dan didampingi oleh Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. Mereka disambut oleh Ketua MWA UGM, Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU., serta Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.
Prof. Haris Supratno menjelaskan bahwa kunjungan ini penting karena Unesa baru saja beralih status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), sama seperti UGM. Oleh karena itu, Unesa ingin mempelajari bagaimana UGM memadukan peran Majelis Wali Amanat, Senat Akademik Universitas, dan Rektor dalam proses pemilihan rektor agar berjalan lancar dan aman. Selain itu, Unesa juga berencana mendirikan bank universitas, sehingga pengalaman UGM dalam mengelola BPR menjadi referensi penting.
Ketua MWA UGM, Prof. Tumiran, menyatakan bahwa UGM siap berbagi informasi mengenai mekanisme pemilihan rektor yang mengacu pada statuta universitas. Proses tersebut didasarkan pada prinsip demokratisasi, aspiratif, dan produktif. “Perkembangan UGM menunjukkan bahwa demokratisasi berjalan dengan baik, aspiratif, dan suasananya tetap produktif setelah pemilihan,” ujarnya. Bagus Santoso, Ketua Komisi Internal dan Anggota MWA UGM, menambahkan bahwa mekanisme pemilihan rektor harus berlandaskan prinsip kolektif kolegial untuk menghindari dominasi satu pihak dan memastikan keputusan diambil demi kepentingan universitas.
Dalam hal pendirian bank universitas, Direktur Utama BPR UGM, Sri Wulandari, S.Sos., M.B., memberikan wawasan mengenai pengelolaan BPR yang telah lama berdiri di UGM. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Unesa dalam memproses pemilihan rektor dan mendirikan bank universitas, serta membuka peluang untuk berbagi ide dan pengalaman baru kedua institusi.














