Headline.co.id, Sleman ~ Kebakaran yang melanda Habit Pool & Lounge di Jalan Magelang Km 7, Sendangadi, Mlati, Sleman, Sabtu (20/6/2026) dini hari meninggalkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp5 miliar. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 05.30 WIB setelah warga melihat kobaran api dari bangunan tempat usaha tersebut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menyebabkan kerusakan besar pada bangunan dan saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab pastinya.
Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polresta Sleman IPTU Argo Anggoro, S.H., kepada Headline.co.id. Polisi bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman, termasuk membuka kemungkinan pemeriksaan oleh tim laboratorium forensik.
Berikut kronologi dan sejumlah fakta yang terungkap dari peristiwa kebakaran tersebut.
1. Kebakaran Pertama Kali Diketahui Pukul 05.30 WIB
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu seorang warga melihat adanya kobaran api di area Habit Pool & Lounge dan segera memberitahukan kepada pihak yang berada di sekitar lokasi.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada salah satu karyawan yang tinggal di mess tempat usaha tersebut.
2. Karyawan Menemukan Atap Bangunan Sudah Terbakar
Saksi pertama berinisial A.N. (34), yang merupakan karyawan dan tinggal di Mess Habit Pool & Lounge, langsung melakukan pengecekan setelah mendapat laporan dari warga.
Saat tiba di lokasi, kondisi kebakaran sudah cukup besar.
“Saat dilakukan pengecekan, bagian atap bangunan sudah terbakar dan api terlihat cukup besar, sedangkan bagian dalam bangunan dipenuhi asap,” kata IPTU Argo Anggoro berdasarkan keterangan saksi.
Kondisi tersebut menunjukkan api telah berkembang sebelum diketahui oleh warga sekitar.
3. Asap Tebal Memenuhi Bagian Dalam Bangunan
Selain kobaran api yang terlihat pada bagian atap, saksi juga mendapati asap tebal memenuhi area dalam bangunan.
Asap yang memenuhi ruangan menjadi salah satu indikasi bahwa proses pembakaran telah berlangsung beberapa waktu sebelum kebakaran diketahui dan dilaporkan kepada petugas.
4. Tempat Usaha Baru Tutup Sekitar Pukul 02.30 WIB
Fakta lain yang terungkap berasal dari keterangan saksi kedua berinisial D.A.S. (37), karyawan asal Boyolali.
Menurut keterangannya, sebelum tempat usaha ditutup sekitar pukul 02.30 WIB, seluruh area telah dibersihkan sesuai prosedur operasional yang biasa dilakukan.
“Dari keterangan saksi, seluruh peralatan kelistrikan di area bar telah dimatikan sebelum tutup, kecuali freezer yang memang tetap menyala,” ujar IPTU Argo Anggoro.
Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi penting yang sedang didalami penyidik dalam proses penyelidikan.
5. Empat Unit Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Setelah kebakaran diketahui, petugas Pemadam Kebakaran segera menuju lokasi kejadian.
Sebanyak empat unit armada pemadam diterjunkan untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api merembet ke area lain di sekitar bangunan.
6. Api Berhasil Dipadamkan pada Pukul 05.47 WIB
Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 05.47 WIB.
Dengan demikian, proses pemadaman berlangsung relatif cepat setelah petugas tiba di lokasi, sehingga kebakaran tidak meluas ke bangunan lain di sekitar tempat usaha tersebut.
7. Tidak Ada Korban Jiwa
Dalam peristiwa ini tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun korban luka.
Seluruh pihak yang berada di lokasi dilaporkan selamat, sehingga fokus penanganan saat ini berada pada penyelidikan penyebab kebakaran dan pendataan kerugian yang ditimbulkan.
8. Kerugian Ditaksir Mencapai Rp5 Miliar
Meski tidak menimbulkan korban, dampak ekonomi akibat kebakaran cukup besar.
Berdasarkan pendataan awal, kerugian materiil yang dialami pemilik usaha diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar akibat kerusakan bangunan dan fasilitas usaha yang terdampak kebakaran.
9. Polisi Pertimbangkan Libatkan Tim Laboratorium Forensik
Pemilik usaha berinisial H.P. (32), warga Banguntapan, Bantul, berencana membuat laporan polisi terkait kejadian tersebut.
Selain itu, kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menghadirkan tim laboratorium forensik guna memastikan sumber dan penyebab kebakaran secara ilmiah.
10. Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan.
“Saat ini Polsek Mlati bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran,” kata IPTU Argo Anggoro.
Polisi mengimbau masyarakat dan pemilik usaha untuk rutin memeriksa instalasi listrik serta memastikan penggunaan peralatan elektronik sesuai standar keselamatan. Masyarakat juga diminta tidak memasuki area bangunan yang terdampak kebakaran sebelum dinyatakan aman oleh petugas karena masih terdapat risiko runtuhnya bagian bangunan yang terbakar.








