Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meningkatkan posisinya dalam pemeringkatan universitas dunia versi Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings 2027. Dari 1.504 perguruan tinggi yang dinilai, UGM kini menempati peringkat 206 dunia, naik 18 peringkat dari posisi sebelumnya di peringkat 224. Peningkatan ini menunjukkan upaya berkelanjutan UGM dalam memperkuat kualitas akademik dan daya saing internasional.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyatakan bahwa kenaikan peringkat ini merupakan hasil kerja keras civitas akademika dalam mencapai berbagai capaian di bidang tridarma perguruan tinggi. “Kunci utamanya adalah Social Capital UGM yang luar biasa dalam tridarma. Pendidikan yang diakui reputasinya oleh para stakeholders, penelitian yang inovatif dan kontekstual menjawab tantangan persoalan masyarakat dan pengabdian masyarakat yang menyentuh sendi-sendi penting kebutuhan bangsa,” ujar Rektor pada Kamis (18/6).
Menurut Rektor, perbaikan posisi UGM di QS WUR didorong oleh peningkatan kinerja pada hampir semua indikator penilaian. Salah satu pendorong utama adalah reputasi akademik yang semakin diakui secara global, sehingga UGM menempati peringkat 131 dunia untuk indikator Academic Reputation. “Pengakuan ini mencerminkan penguatan kualitas pengajaran, produktivitas penelitian, dan kontribusi ilmiah civitas akademika UGM di mata komunitas akademik internasional,” tambahnya.
Rektor juga menekankan bahwa internasionalisasi menjadi pilar penting dalam kenaikan peringkat UGM. Keterlibatan akademisi asing di lingkungan kampus semakin kuat, sementara jejaring kolaborasi penelitian internasional meluas, menandakan intensifikasi kerja sama riset dengan mitra dari berbagai negara. “Daya tarik UGM bagi mahasiswa internasional juga meningkat, memperkuat citra kampus sebagai tujuan studi yang relevan dan kompetitif di tingkat global,” katanya.
Selain itu, komitmen UGM terhadap agenda pembangunan berkelanjutan mendapat pengakuan khusus dalam pemeringkatan kali ini. Universitas menempati posisi terdepan di Indonesia pada indikator Sustainability. Bahkan, dalam hal hubungan dengan dunia kerja, reputasi UGM di mata pemberi kerja tetap kuat, di mana UGM menempati peringkat 100 dunia untuk Employer Reputation—dan secara nasional berada pada posisi kedua untuk indikator Employer Reputation, Employment Outcomes, dan Academic Reputation.
Rektor menambahkan bahwa perbaikan pada rasio dosen dan mahasiswa serta perluasan jejaring penelitian internasional yang mendapat penilaian atas kenaikan peringkat ini mencerminkan strategi UGM yang terfokus pada peningkatan mutu pendidikan dan penguatan kapasitas riset. “Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan posisi dalam pemeringkatan, tetapi juga memperkuat kesiapan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja dan memperbesar kontribusi universitas terhadap pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Rektor, kenaikan ke peringkat 206 dunia dalam QS WUR 2027 menjadi modal penting bagi UGM untuk terus menarik talenta, memperluas kolaborasi internasional, dan meningkatkan dampak akademik serta sosialnya. “Hasil ini mempertegas posisi UGM sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara, sekaligus menegaskan komitmen institusi untuk terus maju di panggung pendidikan tinggi global,” pungkasnya.























