Headline.co.id, Pekanbaru ~ Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 akan dilakukan secara transparan dan tanpa toleransi terhadap praktik penerimaan siswa di luar sistem. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyampaikan hal ini dalam acara Deklarasi dan Penandatanganan Komitmen Pakta Integritas SPMB Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Riau pada Senin, 8 Juni 2026.
Markarius menekankan pentingnya komitmen dari semua pihak untuk menjalankan SPMB dengan transparan, objektif, akuntabel, dan berintegritas. Langkah ini dianggap penting untuk menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di Pekanbaru. “Kami tidak akan mentolerir adanya pelanggaran, dan kepala sekolah yang terbukti melanggar akan dicopot dari jabatannya serta dapat diproses secara hukum,” tegasnya.
Pemko Pekanbaru juga telah menyiapkan solusi bagi calon peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri. Salah satu solusi tersebut adalah melalui kerja sama dengan sejumlah sekolah swasta yang akan mendapatkan dukungan dan pembinaan dari pemerintah. Dengan skema ini, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir anaknya kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kualitas pendidikan dan dukungan biaya di sekolah swasta mitra.
Markarius mengingatkan bahwa masih ada catatan buruk dalam pelaksanaan penerimaan siswa pada tahun-tahun sebelumnya, seperti praktik percaloan, titipan, dan pungutan uang masuk. Praktik-praktik ini dinilai telah mencederai rasa keadilan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan. Oleh karena itu, ia memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala sekolah dan penyelenggara pendidikan agar tidak bermain-main dalam proses penerimaan murid baru.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga integritas SPMB agar berlangsung bersih, jujur, dan adil, sehingga setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. (Kominfo8Pku/RD2/eyv)




















