Headline.co.id, Bojonegoro ~ Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18, Sampoerna Retail Community (SRC) menggelar acara di Pendopo Malowopati, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Kamis (4/6/2026). Acara ini menandai perjalanan SRC yang telah berkembang menjadi salah satu jaringan toko kelontong terbesar di Indonesia, dengan simbolis pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, memberikan apresiasi terhadap perkembangan SRC yang dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa. Menurutnya, toko kelontong yang tergabung dalam SRC berperan penting dalam memperluas akses pemasaran produk lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Saat ini terdapat sekitar 750 pedagang atau toko di Bojonegoro yang telah bergabung dengan SRC. Ke depan, kami berharap jumlah ini terus bertambah dan dapat menjangkau seluruh kecamatan hingga desa-desa di Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.
Nurul menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk mendukung penguatan usaha masyarakat melalui berbagai program. Program tersebut meliputi pembinaan usaha, kemudahan perizinan, pengembangan produk lokal, serta kolaborasi dengan sektor pertanian dan peternakan. “Kami ingin membangun ekosistem ekonomi yang saling mendukung. Produk-produk lokal Bojonegoro harus memiliki ruang pemasaran yang lebih luas, dan SRC dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam mewujudkan hal tersebut,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh anggota SRC untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat fungsi toko kelontong sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat di lingkungan masing-masing. Sementara itu, Romulus Susanto menjelaskan perkembangan SRC sejak berdiri pada 2008. Saat pertama kali dibentuk, jumlah anggota SRC hanya 57 toko. Setelah 18 tahun, jaringan tersebut telah berkembang menjadi lebih dari 250 ribu toko yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
“Ketika SRC pertama kali berdiri, kami tidak pernah membayangkan akan tumbuh sebesar ini. Saat ini lebih dari 250 ribu toko tergabung dalam SRC dan menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya. Romulus menyebutkan bahwa berdasarkan survei pada 2026, kontribusi ekonomi jaringan SRC mencapai sekitar Rp251 triliun. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi tidak akan berjalan optimal tanpa kerja sama yang kuat pemerintah dan sektor swasta. SRC hadir untuk memperkuat UMKM, membuka peluang usaha, dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” tuturnya. Melalui peringatan HUT ke-18 ini, SRC Kabupaten Bojonegoro diharapkan semakin berkembang sebagai wadah pemberdayaan UMKM dan toko kelontong, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok desa.





















