Headline.co.id, Jakarta ~ Polda Banten menerima kunjungan dari Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri yang bertujuan untuk melakukan penelitian strategis terkait pemberantasan korupsi dan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026, dan akan berlanjut hingga 5 Juni 2026 di wilayah hukum Polda Banten.
Rombongan peneliti dipimpin oleh Komisaris Besar Polisi Ida Bagus Made, S.I.K., M.M., dan didampingi oleh narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bintang Dwitya Cahyono, S.E., M.SE. Sekretaris Tim, Komisaris Polisi Wibowo Saputra, S.Pd., S.I.K., serta anggota tim lainnya turut hadir. Dalam sambutannya, Kombes Pol. Ida Bagus Made menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Polda Banten selama pelaksanaan penelitian ini.
Penelitian ini mengangkat dua fokus utama. Fokus pertama adalah optimalisasi fungsi pemberantasan tindak pidana korupsi di daerah, yang ditinjau dari aspek sumber daya manusia, pola pikir personel, dan kelembagaan. Kombes Pol. Ida Bagus Made menyatakan bahwa masih terdapat tantangan seperti keterbatasan personel, kompetensi yang belum merata, dan belum adanya struktur organisasi khusus di tingkat daerah yang dapat mendukung pelaksanaan tugas secara lebih efektif.
Selain itu, tim juga melakukan kajian terkait optimalisasi peran Polri dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis, sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mendukung penelitian ini, tim melakukan peninjauan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Polda Banten. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat kesiapan operasional, kualitas layanan, serta efektivitas pelaksanaan program di lapangan. Verifikasi dilakukan terhadap aspek keamanan pangan, fasilitas dapur, kualitas makanan, dan kelengkapan dokumen pendukung yang dimiliki SPPG.
Kapolda Banten, yang diwakili oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Oky dari Biro SDM Polda Banten, menyatakan komitmen jajarannya untuk mendukung penuh kegiatan penelitian tersebut. AKBP Oky juga mengajak seluruh responden untuk memberikan informasi secara objektif agar hasil penelitian dapat menggambarkan kondisi riil di lapangan dan menjadi dasar penyusunan rekomendasi yang tepat bagi pimpinan Polri.





















