Headline.co.id, Ipb University Menjadi Tuan Rumah Bagi Pelaku Perhutanan Sosial ~ akademisi, dan komunitas masyarakat dalam acara International Conference and Writing Workshop: Autonomous Social Sciences and Alternative Development yang berlangsung dari 21 hingga 23 Mei 2026. Dalam acara ini, KUPS Perempuan Kabupaten Batang turut berpartisipasi dengan memamerkan produk wanatani dan hasil bumi unggulan daerah mereka.
Partisipasi KUPS Perempuan Kabupaten Batang merupakan bagian dari program untuk meningkatkan akses kelembagaan perempuan dalam mendorong tata kelola perhutanan sosial. Program ini bertujuan mendukung pengelolaan perhutanan sosial yang inklusif menuju KUPS Perempuan yang mandiri dan berkelanjutan.
Thoriqul Huda, Field Officer PUPUK Surabaya, menjelaskan bahwa anggota KUPS binaan PUPUK tidak hanya mengikuti seminar internasional tentang pembangunan alternatif, ketahanan pangan, dan tata kelola masyarakat berbasis lokal, tetapi juga membuka stand pameran produk hasil kehutanan sosial melalui CV Srikandi Rimba. “Berbagai produk unggulan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan hasil wanatani dipamerkan dalam expo lintas daerah tersebut sebagai bentuk promosi potensi lokal sekaligus upaya memperluas akses pasar produk masyarakat berbasis perhutanan sosial,” katanya saat dihubungi melalui gawai, Jumat (22/5/2026).
Keikutsertaan KUPS Perempuan Kabupaten Batang dalam seminar internasional dan expo hasil wanatani ini bertujuan untuk memperkenalkan produk lokal, membangun jejaring, membuka peluang kemitraan, serta memperkuat posisi perempuan dalam tata kelola perhutanan sosial yang berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama sekaligus momentum memperluas akses pasar produk-produk unggulan masyarakat,” tambahnya.
Kus Endangsari, Kabag marketing CV Srikandi Rimba yang menaungi usaha KUPS perempuan binaan PUPUK, menyatakan bahwa kegiatan expo dan seminar internasional ini adalah kesempatan penting untuk memperkenalkan produk-produk wanatani dan kehutanan sosial yang dikelola perempuan kepada pasar yang lebih luas. “Kehadiran kami bersama KUPS binaan diharapkan mampu membuka jejaring pemasaran yang lebih luas, memperkuat kemitraan lintas daerah, serta meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan berbasis potensi lokal,” jelasnya.
Endang Susilowati, Project Officer PUPUK Surabaya di Batang, menambahkan bahwa keterlibatan perempuan dalam pengelolaan usaha kehutanan sosial tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat kapasitas perempuan desa dalam membangun kelembagaan usaha yang mandiri, kolaboratif, dan berkelanjutan. “Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi perempuan pelaku usaha kehutanan sosial untuk belajar, bertukar pengalaman, dan memperluas jejaring usaha agar produk lokal semakin dikenal luas,” terangnya.
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai akademisi dan peneliti, termasuk Dr. Satyawan Sunito dari Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS), Institute of Research and Community Services, IPB University. Ia menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat di sekitar kawasan perhutanan sosial, termasuk masalah pemasaran dan harga produk yang belum kompetitif. “Ada banyak persoalan di lapangan yang dihadapi masyarakat di sekitar kawasan perhutanan sosial. Namun melalui kegiatan ini, banyak hal positif yang bisa didapatkan, terutama dalam memperkenalkan produk KUPS agar mampu diadopsi lebih luas oleh masyarakat dan pasar,” ujarnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)





















