Alibaba Foundation dan Jack Ma Foundation Rilis Buku Panduan Gratis Pembangunan RS Covid-19

  • Whatsapp
Pendiri Alibaba, Jack Ma. (Foto: Fabrice COFFRINI, AFP)
Pendiri Alibaba, Jack Ma. (Foto: Fabrice COFFRINI, AFP)

HeadLine.co.id (Internasional) – Alibaba Foundation dan Jack Ma Foundation telah merilis tiga buku panduan dan petunjuk terbaru yang fokus dalam penanganan serta pengembangan rumah sakit darurat, rumah sakit karantina serta rumah sakit umum untuk wabah Corona (Covid-19).

Baca juga: FKM UI Sebut Istilah Zona Hijau dan Zona Merah Tidak Tepat

Buku panduan tersebut dapat diunduh secara gratis di Global MediXchange for Combating Covid-19 (GMCC). Hal ini disampaikan Alibaba Group Indonesia, pada Jumat (24/4/2020) malam.

Baca juga: Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Alat Kesehatan Dalam Penanganan Covid-19

Perilisan buku ini karena keberhasilan dan pengalaman Tiongkok dalam mengembangkan rumah sakit darurat hingga pusat karantina. Saat wabah Covid-19 melanda, rumah sakit umum besar begitu terbebani oleh lonjakan pasien serta pembagian tenaga medis di wilayah-wilayah episentrum pandemi.

Baca juga: Liverpool Ucapkan Selamat Puasa dengan Bahasa Indonesia, Diikuti Klub Eropa Lainnya

Diharapkan, melaui buku panduan yang tersedia dalam dua bahasa yakni Inggris dan Mandarin itu dapat membantu sejumlah wilayah dan negara di dunia dalam bertindak cepat menangani wabah ini. Adapun susunan buku panduan itu berdasarkan pengalaman dan praktik nyata kontruksi serta pengoperasian sejumlah rumah sakit.

Baca juga: Duo Pendiri Instagram Ciptakan rt.live Situs Pelacakan Covid-19 di Amerika Serikat

Panduannya tersebut berisi tentang cara inovatif dan efisien dalam mengelola rumah sakit yang meliputi sumber daya manusia, manajemen ruangan, hospital sense, prosedur medis, keamanan peralatan medis, hingga pusat informasi.

Baca juga: Dukung Larangan Mudik Pemerintah, PT KAI Daop 5 Purwokerto Batalkan Seluruh Perjalanan KA

Selain itu, sejak kemunculan buku ini, sudsh lebih dari 3.000 ahli medis tengah memanfaatkan buku panduan itu sekaligus mendiskusikannya secara virtual.⠀

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *