Headline.co.id, Palembang ~ Polda Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan tindakan tegas terhadap sindikat penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di tengah kenaikan harga BBM. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel berhasil mengungkap praktik ilegal ini di Kabupaten Musi Rawas. Penggerebekan dilakukan di sebuah gudang ilegal di Jalan Lintas Lubuk Linggau–Sorolangun, di mana 12 pelaku tertangkap basah sedang memindahkan dan mengoplos BBM subsidi.
Langkah cepat ini diambil sebagai respons terhadap keresahan masyarakat akibat kelangkaan BBM yang terjadi seiring dengan dinamika harga energi nasional. Tim Unit 2 Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel memetakan dan menindak tegas praktik ilegal tersebut. “Sindikat mafia ini beroperasi dengan modus ‘kencing di jalan’. Para pelaku secara ilegal menyedot dan mengurangi muatan BBM dari mobil tangki yang seharusnya dialokasikan untuk masyarakat melalui SPBU resmi,” ujar Kombes Pol. Doni Satrya Sembiring, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (23/4/26).
BBM subsidi yang dicuri tersebut kemudian ditampung di gudang ilegal dan diduga dioplos dengan minyak hasil sulingan sebelum dijual kembali dengan harga tinggi untuk keuntungan pribadi. Dari lokasi penggerebekan, polisi mengamankan 12 tersangka yang memiliki peran masing-masing dalam jaringan ini, mulai dari sopir mobil tangki, pengelola gudang, hingga pekerja lapangan. Barang bukti yang disita meliputi 1 unit mobil tangki pengangkut BBM, puluhan tedmon berisi BBM ilegal, peralatan operasional seperti selang dan mesin pompa penyedot, serta 5 unit kendaraan operasional milik sindikat.
Kombes Pol. Doni menegaskan bahwa operasi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberantas mafia energi yang merugikan rakyat. “Kami tidak akan membiarkan praktik mafia yang merugikan negara dan masyarakat terus berlangsung. Penyelewengan BBM subsidi, terlebih di tengah kondisi kenaikan harga saat ini, adalah kejahatan serius yang menari di atas penderitaan rakyat. Kami tindak tegas tanpa pandang bulu!” tegas Kombes Pol. Doni.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa praktik pencurian alokasi ini menjadi penyebab utama kelangkaan BBM di tingkat SPBU, yang sangat mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat bawah.




















