Headline.co.id, Kayuagung ~ Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin Apel Besar Sabuk Kamtibmas dan Siaga Karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengonsolidasikan kekuatan lintas sektor guna mencapai target Zero Karhutla di wilayah tersebut. Apel siaga ini melibatkan 1.051 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk Polri, TNI, pemerintah daerah seperti BPBD dan Manggala Agni, serta elemen masyarakat seperti Banser, Pecalang, PSHT, kelompok buruh, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan partisipasi eks narapidana terorisme.
Setelah apel, dilaksanakan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dan penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Di bawah komando Kabag Ops Polres OKI, 307 personel memperagakan skenario pengamanan wilayah yang terintegrasi dengan penanganan titik api. Simulasi ini menekankan pada respons cepat, koordinasi antar-instansi, dan penggunaan peralatan taktis untuk mengantisipasi gangguan keamanan perkotaan serta memitigasi dampak karhutla.
Kapolda Sumsel bersama Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki dan jajaran Forkopimda meninjau stan pameran peralatan mitigasi bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah perusahaan daerah di Kabupaten OKI. Kehadiran Forkopimda menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan dan mencegah bencana lingkungan. Kapolda menekankan pentingnya Sabuk Kamtibmas sebagai instrumen pengikat persatuan lintas instansi untuk menutup celah perpecahan. Ia juga menginstruksikan agar penanganan Karhutla difokuskan pada pencegahan, bukan hanya pemadaman.
Selain kesiapsiagaan operasional, apel siaga ini juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan. Kapolda Sumsel, didampingi Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, meninjau Bakti Kesehatan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang difasilitasi oleh Polres OKI. AKBP Sandi secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako kepada lima warga penyandang disabilitas dan mendistribusikan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kepada perwakilan masyarakat.
Pelaksanaan Apel Besar dan Simulasi Sispamkota ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan bencana ekologis di Sumatera Selatan. Sinergi lintas sektor yang solid aparat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen warga diharapkan terus berkesinambungan, mengukuhkan esensi institusi kepolisian sebagai Polisi untuk Masyarakat.






















