Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya peran penilik jalan dalam menjaga kondisi jalan nasional, khususnya dalam mempercepat perbaikan jalan berlubang di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa. Penilik jalan melakukan pemantauan rutin setiap hari untuk mendeteksi kerusakan sejak dini dan memastikan tindakan cepat di lapangan.
“Kalau jalan berlubang di Pantura insya Allah sudah hampir tuntas, sisa sekitar 1 sampai 2 persen. Di semua balai jalan ada penilik jalan yang setiap hari mengecek kondisi, mana yang berlubang dan harus segera ditangani,” ujar Menteri Dody di Kantor Kementerian PU, Senin (20/4/2026).
Dengan sistem pemantauan ini, kerusakan jalan dapat ditangani dengan cepat dan terukur. Setiap penilik jalan biasanya menangani ruas sepanjang 10 hingga 25 kilometer, memungkinkan pemeriksaan harian dan penanganan segera sebelum kerusakan bertambah parah.
Penanganan yang dilakukan meliputi penutupan lubang (patching), pelapisan ulang perkerasan (overlay), serta pemeliharaan rutin seperti pembersihan bahu jalan, pemangkasan rumput, dan normalisasi drainase untuk menjaga fungsi jalan tetap optimal. Selain jalan berlubang, perhatian juga diberikan pada kondisi jembatan, terutama sambungan (expansion joint) yang mengalami pelebaran dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
“Bagi mobil mungkin hanya mengurangi kenyamanan, tetapi untuk motor bisa berbahaya. Standarnya kita tingkatkan, harus aman juga untuk sepeda motor,” tambah Menteri Dody.
Namun, ia mengingatkan bahwa kerusakan jalan masih bisa berulang akibat beberapa faktor, seperti kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension and overload (ODOL), serta kondisi cuaca ekstrem. “Kendaraan berat dengan muatan berlebih dan kondisi hujan yang terus berlangsung mempercepat kerusakan jalan, sehingga lubang mudah terbentuk kembali,” ungkapnya.
Secara nasional, panjang jaringan jalan nasional non-tol saat ini mencapai 47.603,39 kilometer dengan tingkat kemantapan sebesar 93,50 persen. Kementerian PU terus menjaga kondisi tersebut melalui strategi pemeliharaan rutin berbasis deteksi dini oleh penilik jalan. Dengan pendekatan ini, pemerintah memastikan kualitas jalan nasional tetap terjaga dan aman digunakan masyarakat, khususnya pada jalur strategis seperti Pantura Jawa.





















