Headline.co.id, Jambi ~ Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Jambi, Marsya Lystia, menghadiri acara bertajuk “Gema Kartini Inklusif: Menenun 1.000 Harapan Disabilitas Menuju Panggung UNESCO” yang diselenggarakan oleh KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) di Kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera VI, Jalan Lintas Timur No. 1, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, pada Senin (20/04/2026). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, sekaligus memperingati 148 tahun kelahiran Raden Ajeng Kartini. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat peran perempuan dalam mendorong inklusivitas, terutama bagi penyandang disabilitas.
Acara tersebut menampilkan berbagai karya dan kreativitas dari anak-anak disabilitas yang berasal dari berbagai komunitas di Provinsi Jambi. Selain menjadi ajang apresiasi, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri para penyandang disabilitas agar mereka dapat berkarya hingga tingkat nasional dan internasional. Lin Afrian Sahnur, perwakilan KOWANI yang juga pendamping Wakil Menteri Ketenagakerjaan, dalam sambutannya menekankan pentingnya mewujudkan semangat Kartini dalam aksi nyata yang membuka ruang setara bagi seluruh warga negara.
“Hari ini kita sedang menenun luka menjadi kekuatan, menenun air mata menjadi harapan. Seribu harapan ini adalah mimpi untuk sekolah, bekerja, berkarya, dan diakui. Tidak ada yang mustahil ketika kita bersatu,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa disabilitas bukanlah batasan, melainkan bagian dari keberagaman yang harus dirangkul dan diberdayakan. “Disabilitas bukan alasan untuk dipinggirkan, tetapi alasan untuk kita berdiri sejajar, saling menguatkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar karya-karya anak disabilitas Indonesia dapat menembus panggung dunia, termasuk UNESCO, sebagai simbol pengakuan atas potensi yang dimiliki bangsa. “Dari Jambi kita kirim pesan ke dunia: kami ada, kami mampu, kami bisa,” tegasnya. Sementara itu, Ketua GOW Kota Jambi Marsya Lystia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya sarat nilai kemanusiaan dan pemberdayaan.
“Kami mengapresiasi inisiatif KOWANI yang memberikan ruang nyata bagi komunitas disabilitas. Ini penting untuk terus diperluas agar mereka semakin berkembang dan berprestasi,” ujarnya. Ia juga menilai kehadiran perwakilan pemerintah pusat menjadi bentuk dukungan konkret terhadap penguatan inklusi sosial di daerah. “Ini momentum penting karena menunjukkan perhatian pemerintah terhadap komunitas disabilitas di Jambi,” tambahnya.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini, Pemerintah Kota Jambi bersama organisasi perempuan seperti PKK, Dharma Wanita, dan lainnya juga akan menggelar kegiatan lanjutan berupa lomba memasak pada 21 April 2026. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan dan pemberdayaan perempuan. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa inklusivitas bukan sekadar konsep sosial, melainkan hak setiap individu untuk berkarya dan berkontribusi. Perbedaan diposisikan sebagai kekuatan dalam membangun masyarakat yang lebih adil, setara, dan berdaya saing.





















