Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menegaskan bahwa prinsip politik luar negeri bebas-aktif menjadi kunci utama bagi Indonesia dalam menjalin kerja sama intensif dengan berbagai negara di tengah dinamika geopolitik global. Hal ini dibuktikan melalui kunjungan diplomatik Presiden RI Prabowo Subianto ke Rusia dan Prancis, yang dilakukan bersamaan dengan kunjungan kerja Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke Amerika Serikat (AS).
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa mobilitas diplomatik tingkat tinggi ke negara-negara berkekuatan besar tersebut menunjukkan konsistensi Indonesia dalam membuka ruang komunikasi dengan seluruh mitra strategis. “Tujuan perjalanan presiden adalah cara-cara diplomasinya presiden sendiri untuk terus menyampaikan bahwa politik luar negeri bebas aktif Indonesia terus membuka dialog dengan semua mitra strategis,” ujar Yvonne melalui keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
Menurut Yvonne, keberhasilan kunjungan yang menghasilkan kesepakatan konkret itu membuktikan bahwa posisi Indonesia diterima dengan baik oleh komunitas internasional. Juru Bicara Kemlu RI menegaskan agar pendekatan diplomasi paralel ini tidak disalahartikan sebagai langkah yang tidak berpendirian. “Hal tersebut menunjukkan bahwa kita bisa diterima oleh siapapun dan kapanpun. Pendekatan tersebut tak perlu dipandang sebagai upaya RI ‘bermain di dua kaki’,” tegasnya.
Sebelumnya, dalam pertemuan bilateral di Rusia pada Senin (13/4/2026), Presiden Prabowo dan Presiden Vladimir Putin sepakat meningkatkan kerja sama di sektor ekonomi, antariksa, pertanian, industri, dan farmasi. Di sektor energi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut melakukan negosiasi strategis terkait pembelian minyak mentah dan LPG dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev.
Sementara itu, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Markas Pentagon, Washington, guna menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.




















