Headline.co.id, Probolinggo ~ Pemerintah Kota Probolinggo mengadakan Job Fair Inklusi sebagai langkah untuk mengurangi angka pengangguran di wilayah tersebut. Acara ini direncanakan berlangsung tiga kali sepanjang tahun 2026, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya diadakan satu kali. Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menyatakan bahwa penyelenggaraan job fair secara berkala diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat, termasuk bagi penyandang disabilitas.
“Tahun ini kegiatan dilaksanakan tiga kali. Jika satu kegiatan menyediakan sekitar 600 peluang kerja, maka secara keseluruhan diharapkan tersedia hingga 2.000 kesempatan kerja,” ujar Aminuddin saat membuka acara di GOR Ahmad Yani, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (15/4/2026).
Job Fair Inklusi tersebut diikuti oleh 30 perusahaan dari berbagai sektor, baik dari dalam maupun luar Kota Probolinggo. Total tersedia 666 lowongan pekerjaan yang terdiri atas 321 untuk perempuan dan 345 untuk laki-laki. Wali Kota menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan Sensus Ekonomi pada 1 Mei hingga 31 Agustus 2026, di mana salah satu indikator yang dinilai adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang masih tergolong tinggi di Kota Probolinggo.
Menurut Aminuddin, berbagai indikator pembangunan seperti pendidikan, kesehatan, indeks pembangunan manusia, hingga pertumbuhan ekonomi menunjukkan capaian positif. Namun, persoalan pengangguran terbuka masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan. Ia menjelaskan terdapat tiga kategori pengangguran terbuka, yakni masyarakat yang belum bekerja namun aktif mencari kerja, mereka yang sudah diterima bekerja tetapi belum mulai bekerja, serta kelompok yang tidak lagi aktif mencari pekerjaan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh pekerjaan yang layak sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya,” katanya. Wali Kota juga mengapresiasi partisipasi perusahaan yang telah membuka peluang kerja bagi masyarakat. “Terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi. Semoga kebutuhan tenaga kerja dapat terpenuhi sesuai kriteria yang dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pencari kerja, Farrel Maulana Putra (22), mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. “Ini pertama kali saya mengikuti job fair. Kegiatan ini sangat membantu pencari kerja karena memudahkan akses informasi lowongan pekerjaan,” ujarnya.






















