Headline.co.id, Kubu Raya ~ Bupati Kubu Raya, Sujiwo, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XII tingkat Kabupaten Kubu Raya. Acara ini berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, pada Selasa (14/4/2026). Dalam sambutannya, Sujiwo menekankan bahwa MTQ adalah sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta membina generasi muda agar memiliki karakter religius dan berakhlak mulia.
Sujiwo menyatakan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan qori dan qoriah terbaik yang dapat bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. Ia menegaskan pentingnya pembinaan yang dilakukan secara maksimal dan berkesinambungan oleh seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan peserta dalam ajang MTQ tidak terlepas dari proses pembinaan yang terarah dan konsisten.
“Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen memberikan dukungan, baik dari sisi anggaran maupun program pembinaan, agar potensi generasi muda dapat berkembang secara optimal,” tambah Sujiwo. Pelaksanaan MTQ ke-XII ini juga menjadi ajang silaturahmi antar kafilah dari sembilan kecamatan di Kabupaten Kubu Raya dengan jumlah peserta sebanyak 705 orang. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Sujiwo berharap melalui MTQ ini dapat lahir generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam tilawah, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Provinsi Kalimantan Barat, Andi Musa, Kapolres Kubu Raya, Kadek Ary Mahardika, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Umi Kulsum, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-XII yang juga Camat Sungai Ambawang, Jurin, menyampaikan bahwa tema “Merajut Harmoni dalam Keberagaman” dipilih sebagai refleksi kondisi masyarakat Kubu Raya yang majemuk. “Melalui MTQ ini, kami ingin memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan. Al-Qur’an menjadi pedoman dalam membangun harmoni sosial,” ujarnya. Ia menambahkan, pelaksanaan MTQ tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pembinaan generasi muda agar semakin mencintai serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.




















