Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Ratusan alumni Akademi Gizi Manado berkumpul dalam sebuah reuni yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk memperkuat kontribusi tenaga gizi dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Acara ini berlangsung di Aula Poltekkes Kemenkes Gorontalo pada Senin (23/3/2026) dan dikemas dalam bentuk seminar nasional yang diikuti lebih dari 1.000 peserta secara luring dan daring.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang Otoluwo, menyatakan bahwa momentum reuni ini harus menjadi titik awal untuk memperkuat kolaborasi dan melahirkan inovasi di kalangan tenaga gizi. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dalam pelayanan gizi ke depan. “Reuni ini harus menjadi titik awal untuk memperkuat kolaborasi dan melahirkan inovasi. Tenaga gizi memiliki peran vital dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence dalam pelayanan,” ujar Anang di sela-sela seminar, Rabu (25/3/2026).
Seminar nasional yang menjadi rangkaian utama reuni tersebut mengusung tema “Sinergi Profesi Kesehatan dalam Mendukung Layanan Gizi Berbasis Artificial Intelligence”. Dalam sambutannya, Anang menambahkan bahwa sinergi lintas sektor dan peningkatan kompetensi menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan masalah gizi yang masih dihadapi masyarakat.
Direktur Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Yudi Pramono, yang hadir memberikan keynote speech, menegaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan fondasi utama dalam transformasi sistem kesehatan nasional. Menurutnya, transformasi layanan tidak akan berjalan optimal tanpa penguatan kapasitas dan pemerataan distribusi tenaga kesehatan. “Tenaga kesehatan adalah wajah dari sistem kesehatan. Transformasi kesehatan tidak akan berjalan tanpa penguatan kapasitas, pemerataan distribusi, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi, termasuk digitalisasi dan artificial intelligence,” tegas Yudi. Selain itu, ia menyoroti bahwa kolaborasi lintas profesi menjadi elemen krusial dalam menghadirkan layanan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini menghadirkan sejumlah pembicara utama lainnya, seperti Ketua Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Doddy Izwardy, praktisi AI kesehatan Abdurrahman Rahim Thaha, dan Ketua DPD Pergizi Pangan Gorontalo Arifasno Napu. Acara juga diawali dengan welcome speech oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Masrif. Antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan sekitar 200 orang hadir secara luring yang terdiri dari alumni berbagai angkatan, dosen, dan tamu undangan. Partisipasi secara daring juga signifikan, dengan 825 peserta tercatat mengikuti kegiatan melalui Learning Management System (LMS).


















