Headline.co.id, Palembang ~ Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menekankan pentingnya sinergi dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) setelah libur Lebaran. Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho, mengungkapkan kebanggaannya terhadap dedikasi personel yang terus menjaga keamanan masyarakat selama bulan Ramadhan hingga Idulfitri. Ia menegaskan bahwa rasa aman yang dirasakan masyarakat adalah hasil dari kerja sama yang solid Polri, ASN, TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
Kapolda Sandi menjelaskan bahwa tantangan besar ke depan adalah kesiapsiagaan menghadapi Karhutla, berdasarkan prediksi iklim terbaru. Berdasarkan pemaparan BMKG, fenomena iklim ENSO diperkirakan tetap Netral hingga pertengahan 2026. Meskipun tidak ada El Niño yang ekstrem, BMKG memperingatkan bahwa musim kemarau di Indonesia diprediksi akan datang lebih awal, maju 1 hingga 3 Dasarian, termasuk di beberapa Zona Musim (ZOM) di Sumatera Selatan.
Musim kemarau tahun 2026 diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun 2025, dengan puncaknya terjadi Mei hingga Agustus. Kondisi ini meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan titik panas (hotspot) yang dapat berkembang menjadi firespot dan menyebabkan Karhutla di daerah rawan. Menanggapi peringatan ini, Kapolda menegaskan bahwa mitigasi Karhutla tidak bisa dilakukan secara sektoral. Ia menginstruksikan personelnya untuk membangun sinergi kuat dengan berbagai instansi dan aktif mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Kapolda juga menekankan pentingnya evaluasi penyerapan anggaran tahun 2026 di seluruh Satuan Kerja (Satker). Irjen Pol. Sandi menegaskan bahwa setiap program kerja kepolisian harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat, bukan sekadar laporan administratif.




















