Headline.co.id, Subang ~ Seniman Sunda Bangkit (SSB) mengadakan acara Ngabuburit Bareng yang menampilkan pagelaran seni budaya khas Subang. Acara ini berlangsung di Kampung Adat Banceuy, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dan dihadiri oleh ratusan warga yang antusias. Ketua Seni Sunda Bangkit, H. Oni Suwarman, menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Jawa Barat menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur serta mempererat tali persaudaraan.
“Karenanya, semua pertunjukan dalam acara ini melibatkan seniman-seniman yang adalah masyarakat Sunda yang ada di Kampung Adat Banceuy ini,” ujar Oni Suwarman di sela-sela acara yang digelar pada Minggu (15/3/2026).
Acara dimulai dengan pertunjukan seni Subang, yaitu Toleat, yang dibawakan oleh grup Toleat Kampung Adat Banceuy. Penampilan sinden Yani dengan lagu “Jayanti” berhasil menghibur warga dan tamu yang hadir. Lagu tersebut mengisahkan sepasang kekasih yang saling mencintai dan mengikat janji setia di Pantai Jayanti, Cianjur, sambil menonjolkan keindahan wisata alam Jawa Barat.
Acara yang dipandu oleh pelawak Ki Daus, aktor Kang Aep Bancet, dan komedian Ceu Popon ini juga menampilkan tradisi Mandi Koneng dan Nadran. Tradisi tersebut merupakan kearifan lokal Jawa Barat yang bermakna penyucian diri secara fisik dan spiritual serta penghormatan terhadap alam dan budaya.
Dalam sambutannya, Ogi SOS dari Seniman Sunda Bangkit menekankan pentingnya melestarikan seni Sunda sebagai aset bangsa. “Kita ingin membangkitkan kembali seni dan budaya Sunda supaya tidak hilang dari negeri ini. Seni Sunda ini bisa menjadi aset bagi bangsa dan negara di masa yang akan datang. Karenanya, kita harus terus melestarikan dan membudayakan seni Sunda ini di masyarakat,” katanya.
Ogi juga menyatakan bahwa seni dan budaya adalah sumber kehidupan bagi jiwa dan identitas masyarakat, seperti air bagi manusia. Oleh karena itu, SSB bekerja sama dengan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) asli Indonesia, Aqua, yang dianggap sebagai simbol kemurnian dan sumber kebaikan alam.
Kepala Desa Sanca, Masna, berharap acara ini dapat menjadikan Kampung Adat Banceuy sebagai kampung seniman. Camat Ciater, Alex Nursalam, juga hadir dalam acara tersebut. Firman Surya Kusuma dari manajemen Aqua menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan seni dan budaya Sunda di Jawa Barat. “Karenanya, kami sangat mendukung agar seni budaya ini tidak hanya berhenti di satu generasi, tapi terus bisa diteruskan ke generasi-generasi selanjutnya, tentunya dengan pagelaran-pagelaran seperti ini,” ujarnya.
Aqua juga memberikan santunan kepada 80 anak yatim dan jompo, yang diterima secara simbolis oleh 7 perwakilan. Meskipun hujan turun saat acara berlangsung, antusiasme warga tetap tinggi. Seniman Gembyung Kampung Adat Banceuy menghibur dengan lagu Buhun Sunda yang hampir punah, sementara Mpap Gondo menampilkan Tari Break-pong Leungiteun yang bertema lingkungan dan sumber daya alam.
Suasana semakin meriah dengan penampilan penyanyi dangdut Novia Rozma yang membawakan lagu “Rindu Purnama”, “Gerong”, dan “Cinta Pertama”, mengundang warga untuk berjoget di depan panggung. Menjelang berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan Mahdor atau Ceramah Bodor dari Oni SOS, Ki Aman, dan Ki Amin yang mengundang tawa hadirin.
Acara diakhiri dengan berbuka puasa bersama melalui Ngaliwet Bareng yang dimasak oleh warga dari 7 RT di Kampung Adat Banceuy.



















