Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memutuskan untuk menunda pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) yang awalnya dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 13 hingga 15 April 2026. Penundaan ini disebabkan oleh meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS).
Keputusan tersebut diumumkan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemenlu RI, Tri Tharyat, dalam pernyataan resmi di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Tri Tharyat menyatakan bahwa situasi keamanan yang memburuk di Timur Tengah memaksa Indonesia sebagai tuan rumah untuk meninjau kembali waktu pelaksanaan pertemuan para pemimpin negara anggota D-8. “Tanggal revisi untuk konferensi tersebut belum dibahas. Saat ini fokus kami adalah memastikan seluruh aspek keamanan dan partisipasi pemimpin negara anggota dapat terpenuhi dengan baik di tengah situasi kawasan yang tidak menentu,” ujar Tri Tharyat.
KTT yang akan dihadiri oleh delapan negara berkembang berpenduduk mayoritas Muslim ini awalnya direncanakan berlangsung di Jakarta pada 13-15 April 2026. Agenda utama pertemuan tersebut adalah memperkuat kerja sama ekonomi di bidang perdagangan, industri, dan investasi antarnegara anggota yang tersebar dari Asia Tenggara hingga Afrika.
Penundaan ini tidak terlepas dari memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Hal tersebut dipicu oleh operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menyerang Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah negara Teluk yang diketahui memiliki pangkalan militer AS. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu kehadiran para pemimpin, khususnya dari Iran yang merupakan salah satu anggota utama D-8, serta berpotensi menimbulkan risiko keamanan jika KTT tetap dipaksakan berlangsung.
Developing Eight (D-8) atau Organisasi Kerja Sama Ekonomi Delapan Negara Berkembang adalah forum kerja sama internasional yang didirikan pada tahun 1997. Anggotanya meliputi Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Azerbaijan. KTT sebelumnya digelar di Mesir pada tahun 2024. Indonesia sendiri tercatat sebagai salah satu negara pendiri dan aktif dalam berbagai inisiatif ekonomi di bawah payung organisasi itu. KTT digelar di Jakarta mengingat Indonesia menjadi Keketuaan D-8 2026-2027.





















