Headline.co.id, Demak ~ Menjelang arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H, Satlantas Polres Demak mengumumkan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih di wilayah Kabupaten Demak. Kebijakan ini diambil berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor KP-DRJD 854 Tahun 2026; HK.201/1/21/DJPL/2026; Kep/43/II/2026; dan 20/KPTS/Db/2026 yang ditandatangani oleh Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum.
KBO Satlantas Polres Demak, Iptu Djoko Prayitno, menyatakan bahwa aturan ini diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan massa selama musim mudik serta menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas. “Pembatasan ini akan mulai diberlakukan pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB, hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB,” ujar Iptu Djoko Prayitno melalui pesan singkat, Kamis (12/3/2026).
Jenis kendaraan yang dilarang melintas meliputi mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, mobil barang dengan kereta gandengan, serta kendaraan pengangkut hasil galian seperti tanah, pasir, batu, hasil tambang, dan bahan bangunan.
Pembatasan operasional ini berlaku di beberapa jalur di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, lain Pejagan – Pemalang – Batang – Semarang, Krapyak – Jatingaleh (Semarang), Jatingaleh – Srondol (Semarang), Jatingaleh – Muktiharjo (Semarang), Semarang – Solo – Ngawi, Semarang – Demak (seksi Sayung – Demak), Yogyakarta – Solo – NYIA Kulon Progo (segmen Prambanan – Klaten – Prambanan), Yogyakarta – Solo – NYIA Kulon Progo (segmen Prambanan – Purwomartani) (Fungsional), dan Yogyakarta – Bawen (seksi Ambarawa – Bawen) (Fungsional).



















