Headline.co.id, Bupati Siak ~ Afni Zulkifli, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Riau atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Siak. Ia menyatakan bahwa berbagai program kerja dari Pemprov Riau telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Pernyataan ini disampaikan Afni saat menghadiri kunjungan Safari Ramadan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau di Masjid Jami Nur Ikhlas, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, pada Selasa (10/3/2026).
Safari Ramadan 1447 Hijriah tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang juga membawa sejumlah bantuan untuk masyarakat di Kampung Pinang Sebatang Timur, tempat berlangsungnya acara. Afni mengakui bahwa masih ada beberapa ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan, terutama di wilayah Tualang. Namun, ia tetap optimis bahwa perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau.
“Meski memang masih banyak jalan provinsi yang rusak, khususnya di sekitar Tualang, tapi pelan-pelan optimis dibantu. Sudah banyak juga yang dibantu Pak Gubernur. Kami sangat berterima kasih dan mohon dukungannya selalu,” ujar Afni.
Di sisi lain, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memuji semangat Bupati Siak dalam memperjuangkan kepentingan daerahnya, terutama di tengah kondisi defisit anggaran yang dialami banyak daerah saat ini. Ia menyatakan bahwa berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Siak untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu didukung melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, sehingga tekanan fiskal dapat diatasi bersama.
“Saya akui Bupati Siak, Ibu Afni ini semangatnya luar biasa. Kadang saya prihatin melihat perjuangannya, ke menteri-menteri didatangi. Dia baru kemarin menemui saya berjuang untuk ASN, untuk bayar gaji dan TPP,” kata SF Hariyanto.
Menurut SF Hariyanto, pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Riau akan memprioritaskan penyelesaian tunda bayar dan kurang salur kepada pemerintah kabupaten/kota yang totalnya mencapai sekitar Rp800 miliar. Khusus untuk Kabupaten Siak, kekurangan penyaluran dana tahun 2024 tercatat sebesar Rp39 miliar dan pada 2025 sekitar Rp35 miliar lebih.
“Jadi total ada sekitar Rp72 miliar utang saya ke Ibu Afni. Kami akan lunasi tahun ini insyaAllah. Ini akan dikirim mungkin belasan miliar dulu. Ibu Bupati kemarin datang minta tolong dibayar berapapun lah untuk bayar TPP ASN, THR, dan lain-lain. Saya bilang insyaAllah tahun ini kita fokus bayar, dan akan lunasi untuk bantu daerah,” jelasnya.
SF Hariyanto mengakui bahwa saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat, termasuk Pemerintah Provinsi Riau yang memiliki anggaran sekitar Rp8,2 triliun, dengan hampir separuhnya terserap untuk belanja pegawai. “Karena itu saya selaku Plt Gubernur, juga bersama bupati di tahun-tahun pertama ini mohon maaf mungkin belum bisa memenuhi janji politik kami. Mohon doanya insyaAllah di tahun 2027 bisa terpenuhi dan seterusnya semoga lebih baik lagi,” kata dia.
Lebih lanjut, ia menyatakan akan mengajak unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama para bupati dan wali kota se-Riau untuk memperkuat sinergi dalam memaksimalkan potensi PAD dari berbagai sektor. Menurutnya, masih terdapat sejumlah potensi pendapatan daerah yang belum tergarap secara optimal, bahkan mengalami kebocoran, sehingga perlu penataan dan pengawasan yang lebih baik.
“Pajak kendaraan banyak kebocoran. Galian C banyak tak berizin. Ada juga pajak alat berat, pajak bahan bakar, dan lainnya. Ini kalau kita maksimalkan potensinya sangat luar biasa. Kita maksimalkan kerja saja dengan apa yang ada di daerah,” kata dia.




















