Headline.co.id, Jakarta ~ Indonesia berduka atas meninggalnya Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia. Try Sutrisno meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, pada Senin pagi (2/3/2026). Almarhum wafat pada usia 90 tahun.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang juga bertindak sebagai Juru Bicara Presiden RI, menyampaikan bahwa Try Sutrisno adalah salah satu putra terbaik bangsa yang telah mengabdikan hidupnya untuk negara dan rakyat Indonesia. “Beliau adalah sosok yang patut menjadi teladan bagi kita semua,” kata Mensesneg kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Prasetyo Hadi mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum Try Sutrisno. “Mari kita doakan agar beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” tambah Mensesneg. Selain itu, Prasetyo juga mengingatkan generasi muda untuk meneladani nilai-nilai yang telah dicontohkan oleh Try Sutrisno. “Keteladanan beliau harus kita lanjutkan,” ujarnya sembari menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum.
Try Sutrisno, sebelum berpulang, masih aktif dalam kegiatan kebangsaan, termasuk menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk periode 2022–2027. Ia juga kerap menghadiri acara kenegaraan seperti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka dan peringatan HUT TNI.
Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, Try Sutrisno adalah putra dari pasangan Subandi dan Mardiyah. Ia dikenal sebagai purnawirawan Jenderal TNI Angkatan Darat yang menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia dari tahun 1993 hingga 1998. Karier militernya dimulai dengan keterlibatannya dalam penumpasan pemberontakan PRRI pada tahun 1957. Ia kemudian menduduki berbagai posisi penting di TNI AD, termasuk Kepala Staf Kodam XVI/Udayana dan Panglima Kodam IV/Sriwijaya. Puncak karier militernya adalah saat menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dari tahun 1988 hingga 1993.
Di dunia politik, Try Sutrisno diangkat menjadi Wakil Presiden Indonesia pada tahun 1993 mendampingi Presiden Soeharto. Setelah masa jabatannya, ia juga terpilih sebagai Ketua Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri), Ketua Umum PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia), dan aktif dalam berbagai organisasi politik serta kemasyarakatan.
Setelah prosesi pemulasaraan di RSPAD Gatot Subroto selesai, jenazah Try Sutrisno akan dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.





















