Headline.co.id, Ryaas Amin ~ seorang mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), menjalani kehidupan yang penuh tantangan dengan menyeimbangkan kuliah dan bekerja sebagai pengemudi ojek online serta pengantar makanan. Keinginannya untuk mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada orang tua mendorongnya untuk menekuni pekerjaan ini. Ryaas memulai usahanya dengan menjadi pengemudi ojek daring dan kemudian merambah ke layanan pesan-antar makanan.
Pada awalnya, Ryaas menggunakan motor milik kakaknya untuk bekerja. Kini, ia mengandalkan kendaraan dari pamannya sebagai alat transportasi utama. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, Ryaas berhasil membiayai pendidikannya sendiri. Ia selalu berusaha membagi waktu dengan baik agar kuliah dan pekerjaannya tidak saling mengganggu. “Sebenarnya kalau manajemen waktu, aku biasanya mulai merencanakannya pas memilih mata kuliah atau saat masa KRS. Jadi, saat memilih mata kuliah, aku juga harus mempertimbangkan jumlah SKS sebagai patokan waktu waktu kuliah dan bekerja,” ujarnya pada Minggu (1/2).
Ryaas mengakui bahwa keputusan untuk bekerja sambil kuliah bukanlah hal yang mudah. Namun, ia melihat pekerjaan ini sebagai sesuatu yang fleksibel dan dapat dilakukan di mana saja. “Kalau pekerjaannya tuh sebenernya relatif mudah, karena fleksibel dan bisa dilakukan di mana aja. Kalau ditekuni tuh penghasilannya juga tidak mengecewakan, kok,” tambahnya.
Bagi Ryaas, impian dan keinginan adalah hal yang harus diperjuangkan. Ia berusaha keras untuk mewujudkan impiannya dengan kerja keras dan dedikasi. “Penghasilan bisa diatur. Ada saatnya istirahat, ada saatnya harus bekerja. Jadi kalau memang memiliki keinginan, kita harus benar-benar mengusahakannya,” imbuhnya.
Ryaas bertekad untuk hidup mandiri dan tidak ingin terus-menerus bergantung pada orang tuanya. Ia mengungkapkan bahwa penghasilannya rata-rata mencapai 3 juta rupiah per bulan. “Aku tuh pengen sesuatu, tapi aku pengen mewujudkannya atas usahaku sendiri. Jadi, kalau misal itu zonk, aku ga merasa ngerugiin orang tuaku,” ujarnya.
Pengalaman kuliah sambil bekerja ini membentuk Ryaas menjadi pribadi yang lebih tangguh dan gigih. Ia juga mendapat dukungan dari orang tuanya. “Orang tua selalu mendukung, tapi engga secara terang-terangan. Yang penting, kuliah sama kerjanya seimbang,” katanya sambil tersenyum.
Ryaas percaya bahwa pengalaman ini akan menjadi bekal berharga setelah lulus kuliah. Ia telah terbiasa menghadapi berbagai rintangan dan permasalahan. “Proses ini bisa jadi bekalku setelah lulus kuliah nanti, sih. Aku jadi bisa terbiasa mengatur skala prioritas, multi-tasking, dan kadang mengatasi konflik dari para pelanggan,” tutupnya.






















