Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Pendidikan

Kondisi Hutan Indonesia Menghadapi Tantangan Serius

Dani by Dani
7 months ago
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
399 25
A A
0
Kondisi Hutan Indonesia Menghadapi Tantangan Serius
ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jogja ~ Peringatan Hari Hutan Sedunia yang jatuh pada 21 Maret menjadi momen penting untuk merefleksikan kondisi hutan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di tengah krisis iklim global yang semakin meningkat, hutan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem bumi. Hutan tidak hanya menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang membantu menekan laju perubahan iklim.

Indonesia, dengan kawasan hutan tropis yang luas, menghadapi tantangan besar dalam isu kehutanan. Hutan di Indonesia tidak hanya terkait dengan isu lingkungan, tetapi juga menyangkut pembangunan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Namun, kebutuhan pembangunan sering kali menempatkan hutan dalam posisi dilematis. Pembangunan infrastruktur dan aktivitas ekonomi memerlukan lahan, yang sering kali mengancam keberlanjutan ekosistem hutan.

You might also like

Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional 2026.

TKA 2026 Tidak Lagi Pakai Skor 0-100, Peserta Wajib Pahami Sistem Baru

16 September 2026
TKA 2026

Skor TKA 2026 Berubah Jadi 200-800, Nilai 725 Dapat Predikat Istimewa

16 September 2026

Dr. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si., dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, menilai bahwa hutan Indonesia saat ini menghadapi tekanan serius akibat meningkatnya kebutuhan lahan untuk pembangunan. Ia menyebutkan bahwa sekitar 65 persen daratan Indonesia masih dikategorikan sebagai kawasan hutan secara administratif. Namun, status ini tidak menjamin hutan tetap utuh karena proyek pembangunan membutuhkan ruang yang luas. “Kondisi hutan sekarang sebenarnya sedang tidak baik-baik saja karena ancaman alih fungsi lahannya cukup tinggi,” ujarnya pada Jumat (27/3).

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Mayong, sapaan akrab Dr. Hatma, menjelaskan bahwa pembangunan adalah kebutuhan yang tidak dapat dihindari bagi negara berkembang. Infrastruktur seperti jalan tol dan bendungan memerlukan lahan dalam skala besar, sering kali bersinggungan dengan kawasan hutan. “Ketika negara melakukan pembangunan, pasti membutuhkan lahan. Sering kali lahan yang tersedia itu adalah kawasan hutan,” jelasnya.

Perdebatan mengenai angka deforestasi juga sering muncul dalam diskusi kehutanan di Indonesia. Mayong menjelaskan bahwa perbedaan angka deforestasi pemerintah dan lembaga internasional sering disebabkan oleh perbedaan definisi hutan. Beberapa pihak menghitung deforestasi sebagai perubahan tutupan hutan menjadi non-hutan, sementara yang lain memasukkan kawasan hutan yang secara administratif masih berstatus hutan tetapi sudah kehilangan tutupan vegetasinya. “Definisi deforestasi itu berbeda-beda, sehingga angka yang muncul juga bisa berbeda,” ungkapnya.

Ia mencontohkan bahwa pemerintah Indonesia menyebut luas kawasan hutan sekitar 120 juta hektare, sementara lembaga internasional seperti FAO mencatat angka lebih kecil karena hanya menghitung wilayah dengan tutupan hutan yang benar-benar ada. Perbedaan ini memengaruhi pemahaman publik tentang laju deforestasi. Namun, terlepas dari perbedaan angka, Mayong menegaskan bahwa kehilangan tutupan hutan adalah persoalan serius yang perlu ditangani secara sistematis.

Dalam hal pemulihan kawasan hutan, Mayong menjelaskan bahwa upaya rehabilitasi pemerintah terus berjalan, tetapi kecepatan pemulihan belum mampu menyeimbangkan laju kehilangan hutan. Proses pertumbuhan hutan secara alami membutuhkan waktu panjang, sementara kehilangan hutan dapat terjadi lebih cepat. “Kecepatan hilangnya hutan biasanya lebih cepat dibandingkan proses tumbuhnya kembali,” katanya.

Keterbatasan kapasitas penanaman kembali juga menjadi kendala. Pemerintah tidak selalu memiliki sumber daya cukup untuk menanam kembali seluruh wilayah yang mengalami deforestasi. Oleh karena itu, kebijakan mulai melibatkan pihak lain, baik sektor swasta maupun masyarakat, dalam pengelolaan dan pemulihan hutan. Salah satu pendekatan adalah pengembangan hutan tanaman industri oleh perusahaan, serta program perhutanan sosial yang memberikan hak pengelolaan kepada masyarakat. “Melalui perhutanan sosial, masyarakat boleh memanfaatkan hasil hutan tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membantu rehabilitasi kawasan tersebut,” ujarnya.

Mayong menilai bahwa pendekatan ini penting karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga luas kawasan hutan. Selain kebijakan, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lahan juga penting. Rendahnya produktivitas lahan sering mendorong masyarakat membuka lahan baru di kawasan hutan. Ia mencontohkan praktik ladang berpindah yang masih dilakukan secara tradisional di beberapa wilayah seperti Kalimantan. “Jika teknologi dimanfaatkan dengan baik, produktivitas lahan bisa meningkat sehingga masyarakat tidak perlu membuka kawasan hutan baru,” jelasnya.

Peran masyarakat adat juga penting dalam menjaga kelestarian hutan. Banyak kawasan hutan adat yang masih terjaga karena dimanfaatkan secara terbatas untuk kebutuhan sehari-hari. Pola pemanfaatan yang tidak intensif ini membuat hutan adat tetap bertahan. “Masyarakat adat biasanya memanfaatkan hutan secukupnya untuk kebutuhan hidup, sehingga kelestariannya masih bisa terjaga,” katanya.

Hutan juga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim. Vegetasi hutan mampu menyerap emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar, membantu menekan konsentrasi karbon di atmosfer. Mayong menegaskan bahwa tanpa hutan yang sehat, upaya global mengurangi emisi akan lebih sulit. “Kalau luas hutan berkurang sementara emisi terus meningkat, maka perubahan iklim akan semakin cepat terjadi,” ujarnya.

Di tengah kampanye penanaman pohon, Mayong mengingatkan bahwa keberhasilan rehabilitasi hutan tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga oleh proses perawatan setelah penanaman. “Penanaman tidak cukup hanya dilakukan sekali, tetapi harus dirawat dan dimonitor,” jelasnya.

Pada Hari Hutan Sedunia, Mayong berpendapat bahwa edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya hutan perlu diperkuat. Dengan meningkatnya kesadaran publik, partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan hutan diharapkan semakin besar. “Jika masyarakat memahami pentingnya hutan, akan lebih mudah mengajak mereka berpartisipasi dalam menjaganya,” katanya.

Ia juga menyoroti isu perusahaan yang sering dituding membabat habis kawasan hutan. Menurutnya, penting membedakan aktivitas legal dan ilegal dalam kawasan hutan. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah membentuk Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) untuk mengambil kembali kawasan hutan yang digunakan secara ilegal. Mayong mengapresiasi langkah tersebut, tetapi menilai masih ada pekerjaan rumah besar terkait pengelolaan kawasan yang telah ditertibkan. “Setelah kawasan itu diambil kembali, pertanyaannya adalah apakah akan direhabilitasi atau tidak,” pungkasnya.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Berita JogjaHeadlineHutanJogjaPeringatan

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Dani

Dani

Related Stories

Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional 2026.

TKA 2026 Tidak Lagi Pakai Skor 0-100, Peserta Wajib Pahami Sistem Baru

by Saddam
16 September 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 untuk jenjang SMA/MA/sederajat serta SMK/MAK menggunakan sistem pelaporan nilai baru yang...

TKA 2026

Skor TKA 2026 Berubah Jadi 200-800, Nilai 725 Dapat Predikat Istimewa

by Saddam
16 September 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Sistem penilaian Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK mengalami perubahan dibandingkan pelaksanaan...

Pecahkan Rekor MURI, Kejurnas Bulutangkis Piala Raja Diikuti 2.817 Atlet

Kejurnas Bulutangkis Piala Raja Diikuti 2.817 Atlet

by Dani
16 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Kejuaraan Nasional Bulutangkis Piala Raja Hamengku Buwono X 2026 dibuka di GOR Lembah UGM, Selasa (15/9). Kejuaraan...

Mahasiswa UGM Bikin Sandal Pintar Pendeteksi Komplikasi Diabetes

Glucowrap, Sandal Pintar UGM untuk Pantau Risiko Kaki Diabetes

by wahyu
15 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Glucowrap, sandal pintar untuk membantu mendeteksi lebih awal perubahan kondisi kaki...

Bantu UMKM Naik Kelas, Mahasiswa UGM Ciptakan Intoco untuk Tempering Cokelat

Intoco, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Efisiensi Tempering Cokelat UMKM

by wahyu
15 September 2026
0

Headline.co.id, Kulon Progo ~ Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Intoco (Integrated Tempering Operation...

Kemenyan Masih Diekspor Mentah, Dosen UGM Desak Pemerintah Lakukan Hilirisasi

Hilirisasi Kemenyan Dinilai Penting untuk Naikkan Nilai Ekonomi

by Dwina
14 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Kemenyan Indonesia masih banyak dijual dalam bentuk getah mentah dan diekspor untuk diolah di luar negeri. Guru...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Sekolah Diminta Lebih Responsif Terhadap Kesehatan Mental Anak

Sekolah Diminta Lebih Responsif Terhadap Kesehatan Mental Anak

28 May 2026
: Pengawasan warga negara asing secara preventif, deteksi dini, dan humanis merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah sekaligus mendorong optimalisasi investasi dan pariwisata. Pemkab Parigi Moutong perkuat sinergi pengawasan WNA, Kamis (20/8/2026).

Pemkab Parigi Moutong dan Imigrasi Palu Tingkatkan Pengawasan WNA

21 August 2026
: PT Bumi Siak Pusako (BSP) menyelesaikan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 772 hektare di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Bagan Limau, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (29/9/2026). /MC Siak

PT BSP Rampungkan Rehabilitasi DAS 772 Hektare di Tesso Nilo

29 September 2026
Kemendukbangga Imbau Masyarakat Hentikan Normalisasi Candaan Seksual

Kemendukbangga Imbau Masyarakat Hentikan Normalisasi Candaan Seksual

16 April 2026
Pemkab Pinrang Tingkatkan Layanan Kesehatan Lewat Infrastruktur Baru

Pemkab Pinrang Tingkatkan Layanan Kesehatan Lewat Infrastruktur Baru

14 January 2026
Pemerintah Dukung Pelaporan Kasus Kekerasan Seksual Atlet Panjat Tebing

Pemerintah Dukung Pelaporan Kasus Kekerasan Seksual Atlet Panjat Tebing

7 March 2026
Program NGAPLING 2026: Upaya Pemkab Lumajang Tingkatkan Ekonomi Daerah

Program NGAPLING 2026: Upaya Pemkab Lumajang Tingkatkan Ekonomi Daerah

19 April 2026

Artikel Terbaru

Catur Syukuri Kemenangan, Siap Bermain Lebih Baik Lagi

Persebaya Menang atas Isenmulang, Catur Soroti Evaluasi Tim

10 October 2026
: Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Tangkapan Layar BPMI Setpres)

Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Nonblok dan Pentingnya Persatuan

10 October 2026
Menhan Tinjau Yonif TP 833/Bumi Daranante: Tegaskan Prajurit Perbatasan Jaga Martabat Bangsa dan Bantu Kesejahteraan Rakyat

Menhan Sjafrie Tekankan Peran Yonif TP 833 di Perbatasan

10 October 2026
: Salah satu penyaluran CPP kepada Korban Kebakaran.- Foto: Mc.Balangan

Cadangan Pangan Balangan Aman, Stok Beras Capai 117 Ton

10 October 2026
Kemenag Pastikan Harta Benda Wakaf Tetap Terjaga di Tengah Pengembangan Subang Smartpolitan

Kemenag Pastikan Wakaf Tetap Terjaga di Subang Smartpolitan

10 October 2026
: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar, Sulawesi Barat. (foto: Humas Kemen PU)

Sekolah Rakyat Sulbar Disiapkan Tampung 1.680 Siswa

10 October 2026
Marcos Vinicius Siap Lanjutkan Tren Positif Lini Depan Singo Edan; Terobos Pertahanan Kokoh Bhayangkara!

Marcos Vinicius Siap Bawa Arema FC Hadapi Bhayangkara FC

10 October 2026

Popular Story

: Menko Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar saat menghadiri kegiatan 1001 Pasar Rakyat di Perumahan Vida, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (4/10/2026) mengatakan Pasar rakyat tidak hanya dipandang sebagai tempat transaksi atau kegiatan ekonomi sementara, tetapi dapat menjadi titik temu antara UMKM dan konsumen yang kemudian berkembang menjadi ekosistem ekonomi di dalam kawasan. Foto: Kemenko Pemberdayaan Masyarakat
Ekonomi

Muhaimin Dorong Perumahan Vida Jadi Ekosistem Ekonomi UMKM

by Fajar Ari Wibowo
6 October 2026
0

Headline.co.id ~ Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar...

Read moreDetails

Messi Akhiri Laga Terakhir bersama Argentina dengan Gol

Sumur Bor Kapolda NTT Layani 203 KK di Dusun Beba TTU

Pemprov Jatim Salurkan Bansos Rp9,867 Miliar untuk Warga Magetan

Pariwisata Indonesia Tumbuh, Wisman Capai 10,58 Juta hingga Agustus

Posko Wilayah Aceh Satgas PRR Perkuat Koordinasi Pascabencana

Kapolda Gorontalo Nurworo Danang Disambut Adat Mopotilolo

Menkop Ferry Dorong Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Syariah

Kurikulum Cinta Jadi Pesan Menag di Mahasabha XIII PHDI

Sidarling Banda Aceh Proses Tiga Dokumen Adminduk

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.