Headline.co.id, Sleman ~ Kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas hidup di usia lanjut semakin meningkat di Kabupaten Sleman melalui gerakan Bina Keluarga Lansia (BKL). Di Padukuhan Ngentak, Kalurahan Pondokrejo, Kapanewon Tempel, BKL Cemara secara konsisten memberikan layanan terpadu bagi puluhan warga lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.
Kelompok ini berada di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman. BKL Cemara menjadi wadah aktif bagi sekitar 80 lansia dari berbagai padukuhan, dengan sekitar 20 persen di antaranya adalah lansia laki-laki yang rutin mengikuti kegiatan.
Sejak 2017, BKL Cemara dipimpin oleh Jamiatun Mufidah, yang akrab disapa Jamiatun atau Mbak Jam. Bersama 21 kader aktif dan dukungan istri dukuh setempat, ia menghidupkan kembali organisasi ini sebagai ruang aman dan nyaman bagi lansia untuk bersosialisasi dan mendapatkan layanan kesehatan dasar.
Saat ditemui di Sekretariat BKL Cemara, Minggu (18/1/2026), Jamiatun menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan BKL Cemara adalah pemantauan kesehatan rutin setiap bulan melalui Posyandu Lansia. Layanan yang diberikan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, hingga pengobatan gratis oleh dokter dari Puskesmas Tempel Dua.
“BKL Cemara melayani sekitar 80 lansia dari seluruh padukuhan. Setiap bulan kami mengadakan Posyandu Lansia yang komprehensif, mulai dari timbang badan hingga pengobatan oleh dokter puskesmas. Alhamdulillah, berkat pemantauan rutin ini, kondisi para lansia di wilayah kami relatif sehat dan terpantau dengan baik,” ujar Jamiatun.
Selain layanan medis, BKL Cemara juga memperhatikan aspek psikososial lansia. Setiap tiga bulan sekali, para anggota mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan, bermain musik angklung, hingga pelatihan kerajinan tangan sebagai sarana menjaga kebugaran mental dan sosial.
Prestasi kelompok ini pun patut diapresiasi. Tim angklung lansia binaan BKL Cemara pernah meraih juara tingkat kabupaten dan kerap diundang tampil dalam berbagai kegiatan resmi. Kelompok ini juga menyelenggarakan Sekolah Lansia yang telah meluluskan peserta pada jenjang Standar 1 dan Standar 2.
“Setiap tiga bulan, kegiatan kami perluas dengan penyuluhan, musik, dan kerajinan agar para lansia tidak jenuh. Kelompok angklung lansia kami bahkan pernah juara tingkat kabupaten dan beberapa kali tampil di acara resmi. Kami ingin menunjukkan bahwa usia senja bukan halangan untuk terus berkarya,” imbuhnya.
Dalam mendukung keberlanjutan kegiatan, BKL Cemara menunjukkan kemandirian ekonomi dengan mengelola warung kelompok. Seluruh keuntungan digunakan untuk membiayai operasional BKL. Warung tersebut juga dipercaya menjadi agen pembayaran non-tunai bagi penerima bantuan sosial di wilayah setempat.
Jamiatun menuturkan, dedikasinya berawal dari pengalaman pribadi merawat orang tua. Kepedulian tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan sosial agar para lansia di desanya tetap merasa bahagia, sehat, dan berdaya dalam menjalani masa tua. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




















