Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
BeritaHukumNasional

Pelaku Pencurian Penyu di Batam Ditangkap

294
×

Pelaku Pencurian Penyu di Batam Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Telur Penyu yang diperjual belikan secara ilegal.
Telur Penyu yang diperjual belikan secara ilegal.

HeadLine.co.id, (Batam) – Para pelaku pencurian penyu hijau ditangkap oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin (16/03). Ada empat pelaku bernama Daud, Deli Jon, Alex dan Benny Febrian. Sementara seorang pelaku lainnya berinisial EN memiliki peran sebagai penampung telur penyu untuk dijual di Pasar Nagoya, Kota Batam, Kepri.

AKBP Wiwit Ari Wibisono selaku Kasubdit IV Ditkrimsus Polda Kepri menjelaskan pengungkapan sindikat berawal dari ditangkapnya EN yang menjual telur penyu hijau dalam jumlah besar. Telur penyu laut dijual seharga Rp 20.000 perbutir.

Baca Juga: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Gagalkan Jaringan Peredaran Kayu Ilegal di Sumsel dan Jambi

“Berawal dari penangkapan EN yang mengaku bahwa telur penyu tersebut diperolehnya dari 4 pelaku asal Bintan dan Anambas,” Wiwit Ari Wibisono.
Polisi lalu menangkap 4 pelaku yang disebut EN itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, telur penyu tersebut diambil dari perairan laut Anambas dan perairan laut Bintan.

Lebih lanjut Wiwit menjelaskan satwa penyu hijau laut ini dilindungi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

EN mengaku kesehariannya menjual telur penyu hijau mentah dan sebagian besar telur tersebut dalam keadaan sudah matang.

Baca Juga: PWI Pusat Berikan Intruksi untuk Tunda Semua Kegiatan Dalam Dua Minggu Kedepan

“Biasanya pembeli dari Singapura lebih minat membelinya telur mentah, untuk harga bervariasi ada harga Rp 20.000 hingga Rp 30.000,” kata EN.

Selain menangkap kelima pelaku, polisi juga mengamankan telur penyu hijau yang masih mentah sebanyak 1007 butir.
Para pelaku dijerat Pasal 40 Ayat (2) dan Ayat(4) Junto Pasal 21 ayat (2) huruf E Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *