Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
Transportasi

43 Tahun Terbengkalai, Kini Stasiun Pulau Air Jadi Cagar Budaya dan Diaktifkan Lagi

445
×

43 Tahun Terbengkalai, Kini Stasiun Pulau Air Jadi Cagar Budaya dan Diaktifkan Lagi

Sebarkan artikel ini
Stasiun Pulau Air saat masih melayani kereta penumpang
Stasiun Pulau Air saat masih melayani kereta penumpang. (ist)

Headline.co.id (Padang) ~ Stasiun Pulau Air yang menjadi salah satu cagar budaya di Kota Padang akan kembali dioperasikan kembali jalurnya oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Setelah sekian lama tertidur salsh satu cagar budaya yang berlokasi di kawasan Kota Tua Padang, Kecamatan Padang Selatan tersebut akan beroperasi mulai pada Kamis 12 Maret 2020 mendatang.

baca juga: Antisipasi Penyebaran Virus Corona, KAI Siapkan Kereta Kesehatan Hingga Pos Kesehatan

Stasiun Pulai Air meruakan stasiun yang sudah tidak aktif sejak 43 tahun yang lalu.

Kepala Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Sumatera bagian Barat Suranto di Padang, Rabu (4/3/2020) menyampaikan pengoperasian ini diawali dengan pelayanan penumpang kereta menuju Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman.

Sebelumnya, Stasiun ini terakhir kali beroperasi pada tahun 1977 atau sekitar 43 tahun lalu, dan setelah dilakukan reaktivasi jalur kereta dari Stasiun Pulau Air ke Stasiun Padang di Simpang Haru, stasiun tersebut kembali digunakan.

Emplasemen Stasiun Pulau Aie tahun 1915
Emplasemen Stasiun Pulau Aie tahun 1915. (Foto: KITLV)

Suranto mengatakan Stasiun Pulau Air yang sudah menjadi cagar budaya itu berada dekat dengan kawasan Muara Padang. Sehingga, bagi penumpang yang hendak ke Mentawai bisa naik kereta dari BIM.

baca juga: Pembawa Acara Kick Andy Berterimakasih Kepada KAI

Guna mendukung operasional, PT KAI akan membangun Stasiun Tarandam di Padang Timur. Dengan beroperasinya kereta dari Stasiun Pulau Air, nantinya KA akan melewati delapan perlintasan sebidang menuju Stasiun Padang di Simpang Haru.

“Ke depan kami juga sedang menjajaki pengaktifan kembali jalur kereta api dari Teluk Bayur menuju Pauh Lima,” sebut Suranto.

Ia menyebutkan ada delapan perlintasan sebidang yang dilewati pada rute Stasiun Pulai Air menuju Stasiun Padang yaitu di Jalan Sawahan, Jalan Dr Wahidin, Jalan Proklamasi, Jalan Akses Warga di Tarandam, Jalan Husni Tamrin, Jalan Belakang Pondok dan Jalan Pulau Air.

baca juga: Peresmian Tol Palembang-Kayuagung Dijadwalkan Pertengahan Maret

Sebelumnya, Wali Kota Padang Mahyeldi sendiri menyambut baik rencana diaktifkannya kembali jalur kereta api Pulau Air menuju Stasiun Padang di Simpang Haru yang berada di pusat Kota Padang.

Menurutnya dengan aktifnya jalur tersebut akan mengurai kepadatan lalu lintas dan kemacetan di Kota Padang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *