Erick Thohir: Jiwasraya Butuh Suntikan Modal Negara

  • Whatsapp
Menteri BUMN Erick Thohir Sampaikan Tarkait Jiwasraya
Menteri BUMN Erick Thohir Sampaikan Tarkait Jiwasraya. (jawapos)

Headline.co.id (Jakarta) ~ Pemerintah masih membahas besaran suntikan dana melalui Penanaman Modal Negara (PMN) demi menyelamatkan perusahaan BUMN PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan memenuhi kewajiban pembayaran polis.

Baca juga: Presiden Harapkan Industri Pariwisata Ambil Peluang di Tengah Wabah Virus Korona

Read More

“(Besaran dananya) masih didiskusikan di Panja (panitia kerja) nanti kan pasti juga selain ada panja yang di Komisi VI pasti ada diskusi di komisi XI,” kata Menteri BUMN Erick Tohir di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/2).

Setidaknya ada tiga opsi penyelamayan Jiwasraya. Pertama berupa Bail In yakni dukungan dana dari pemilik saham Jiwasraya. Pertimbangannya ialah dapat dilakukan pembayaran penuh maupun sebagian. Tapi, ada risiko gugatan hukum jika dilakukan pembayaran sebagian.

Kedua adalah Bail Out yakni dukungan dana pemerintah. Opsi ini tidak dapat dilakukan kepada Jiwasraya karena belum ada peraturan terkait baik dari OJK maupun KSSK.

baca juga: Presiden Jokowi: Genjot Perekonomian untuk Antisipasi Dampak Wabah Korona

Sedangkan untuk opsi ke tiga yakni berupa likuidasi atau pembubaran perusahaan. Langkah ini harus dilakukan melalui OJK. Namun, memiliki dampak sosial dan politik yang cukup signifikan.

Dari berbagai opsi tersebut, opsi yang paling optimal ialah Opsi A atau Bail In dengan mempertimbangkan aspek hukum, sosial dan politik.

Erick menambahkan opsinya melakukan ‘business to business’ solusi tetapi tentu ada juga kebutuhan PMN (Penanaman Modal Negara). Jadi bukan dibalik loh, bukan PMN. Tapi masih diskusi.

Untuk berapa nilai PNM yang akan diberikan oleh pemerintah, menteri BUMN belum menyebutkan.

baca juga: Tahun 2022, Indonesia Jadi Tuan Rumah Partnering for Green Growth and the Global Goals (P4G)

“Belum bisa, tergantung mau dipercepat atau dimundurkan sesuai dengan restrukturisasi kan kalau pembayaran 4 tahun berbeda dengan 8 tahun,” ungkap Erick.

Sedangkan restrukturisasi Jiwasraya juga akan dilakukan secara pararel.

“Restrukturisasi jalan terus yang bulan Maret ini tidak menunggu (PMN),” tambahnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *